Langkah Antisipasi Dinkes Surabaya Hadapi Chikungunya dan DBD

- Publisher

Jumat, 10 Januari 2025 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinkes Kota Surabaya, Nanik Sukristina (Istimewa)

i

Kepala Dinkes Kota Surabaya, Nanik Sukristina (Istimewa)


BicaraSurabaya.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mengambil langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran wabah Chikungunya dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Kedua penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Kepala Dinkes Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menjelaskan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian Chikungunya serta DBD dilakukan secara berkesinambungan bersama berbagai pihak.

Salah satu langkahnya adalah meningkatkan promosi kesehatan dengan memasang media edukasi di lokasi strategis yang mudah dijangkau masyarakat, serta mengadakan sosialisasi di Puskesmas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami juga melakukan kerja sama dengan ITD UNAIR untuk survei penangkapan nyamuk dan pemeriksaan jentik dalam penelitian pola temporal dan spasial penyebaran virus Den-V di Surabaya. Selain itu, kami juga melaksanakan pengabdian masyarakat dengan sasaran KSH untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas kader dalam identifikasi jentik,” kata Nanik Sukristina pada Kamis (9/1/2025).

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Tertibkan 40 Gudang Barang Bekas di Kawasan TPA Benowo

Dinkes juga berkolaborasi dengan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) untuk survei perilaku nyamuk guna mendeteksi kemungkinan adanya pergeseran perilaku nyamuk Aedes aegypti.

Selain itu, Dinkes melakukan konsultasi dengan pakar ilmu Penyakit Tropik RSUD Dr. Soetomo terkait pembaruan tata laksana kasus Chikungunya dan DBD.

Nanik mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan konsisten melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus.

Baca Juga:  Terima Bantuan dari Mensos Risma, Wali Kota Eri: Ini Penyemangat Baru di Daerah!

“Dengan rutin melakukan PSN 3M Plus, kita dapat mengurangi populasi nyamuk Aedes aegypti selama musim hujan sehingga potensi penyebaran penyakit seperti DBD dan Chikungunya dapat ditekan,” jelasnya.

Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya kasus Chikungunya di Kota Surabaya. Sementara itu, kasus DBD pada awal tahun 2025 berada dalam kondisi stabil dan terkendali. Monitoring serta evaluasi mingguan terus dilakukan secara rutin sebagai langkah antisipasi pencegahan dan pengendalian kedua penyakit tersebut.

Baca Juga:  Polrestabes Surabaya Berangkatkan 17 Anggota Polri-TNI dan Masyarakat Umrah Gratis

“Gejala penyakit Chikungunya hampir serupa dengan infeksi DBD, seperti demam, nyeri sendi, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan muntah. Pada beberapa kasus Chikungunya, nyeri sendi dapat berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan,” ungkap Nanik.

Ia juga mengimbau masyarakat yang mengalami gejala serupa untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) terdekat.

“Yang terpenting, masyarakat tidak panik dan terus menerapkan gaya hidup bersih dan sehat (PHBS),” pungkasnya. (*/BS02)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB