Libatkan Kader, Pemkot Surabaya Permudah Identifikasi Masalah dengan Aplikasi Sayang Warga

- Publisher

Jumat, 4 Februari 2022 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Bicarasurabaya.com – Aplikasi Sayang Warga atau Sistem Layanan Pendampingan dan Perlindungan warga Kota Surabaya telah diluncurkan pada Kamis (27/1/2022) lalu. Inovasi yang digagas oleh Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya ini, bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di lapangan secara cepat. Hal ini bertujuan agar intervensi yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya lebih cepat dan tepat sasaran.

Peluncuran inovasi baru milik Pemkot Surabaya ini berlangsung secara hybrid dan dipusatkan di Taman Jangkar, Kecamatan Jambangan Surabaya. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani dan perwakilan kader, hadir dalam launching tersebut. Bahkan, momen ini juga dihadiri langsung Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, aplikasi Sayang Warga merupakan sistem pendataan yang bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di lapangan. Mulai dari data dasar, kependudukan, sosial maupun kesehatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari hasil pendataan itu, pemkot berharap dapat memberikan intervensi yang lebih cepat dan tepat sasaran. Dengan Sayang Warga ini maka secara otomatis yang memberikan data kepada pemkot adalah Kader Surabaya,” kata Wali Kota Eri.

Melalui aplikasi ini, Wali Kota Eri juga menginginkan agar rasa empati dan kasih sayang terus tumbuh di antara warga Surabaya. Makanya, dalam proses pendataan ini pemkot melibatkan seluruh Kader Surabaya. Akan tetapi, RT/RW maupun masyarakat lain, juga dapat mengusulkan apabila memang di wilayahnya itu ada warga yang membutuhkan bantuan.

Baca Juga:  Libatkan Seluruh Kader, Wali Kota Eri Luncurkan Aplikasi Sayang Warga

“Dengan melibatkan kader dan masyarakat dalam pendataan, Pemkot Surabaya akan lebih tahu betul kondisi warganya seperti apa. Sehingga, intervensi yang diberikan pemkot diharapkan lebih cepat dan tepat sasaran,” jelasnya.

Esensi dari aplikasi itu sendiri adalah sebagai rujukan atau dasar pemkot memberikan intervensi kepada warga. Oleh karenanya, Wali Kota Eri meminta kepada seluruh kader dan pendamping agar menyampaikan data itu sesuai kondisi real warga di lapangan. “Jadi sampaikan data itu apa adanya, kondisinya warga Kota Surabaya seperti apa. Maka intervensi pemerintah akan lebih tepat sasaran,” terang dia.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat di rumah warga.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat di rumah warga.

 

Aplikasi Sayang Warga dapat diakses melalui laman website https://sayangwarga.surabaya.go.id. Setiap kader yang telah ditunjuk oleh kelurahan, memiliki akun berupa username dan password sebagai dasar login untuk mengisi form pendataan pada aplikasi tersebut. Mekanisme pendataan Sayang Warga dilakukan oleh Kader Kota Surabaya yang didampingi petugas kelurahan/kecamatan, beserta TP PKK atau Puskesmas.

Setidaknya, ada sejumlah intervensi yang menjadi prioritas sasaran program Sayang Warga. Di antaranya, calon pengantin wanita dengan permasalahan gizi, ibu hamil dengan risiko tinggi, ibu bersalin dengan risiko tinggi, ibu nifas dengan risiko tinggi, bayi dengan risiko tinggi dan balita stunting.

Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani menjelaskan, mekanisme pendataan Sayang Warga dilakukan oleh sekitar 28.848 kader yang didampingi petugas pendamping kelurahan dengan empat sasaran cakupan kegiatan. Yakni, pendampingan bayi stunting, ibu hamil, ibu melahirkan dan nifas serta survei rumah sehat. “Saya harap penggunaan aplikasi ini bukanlah menjadi sebuah beban baru. Akan tetapi menjadi semangat baru untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Surabaya,” kata Rini Indriyani.

Baca Juga:  Wujudkan Kemandirian Pangan, TP PKK Surabaya Gandeng PPL Masifkan Sosialisasi Urban Farming

Rini Indriyani juga menyatakan, Surabaya tidak akan pernah menjadi kota yang hebat tanpa partisipasi dari masyarakatnya. Maka dari itu, dalam mekanisme pendataan aplikasi Sayang Warga, pemkot melibatkan masyarakat. Dengan adanya aplikasi yang dikelola secara gotong-royong ini, pemkot berharap permasalahan sosial dan kesehatan bisa terselesaikan.

“Sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami. Karena dalam membangun Kota Surabaya, kita dapat bekerja sama dengan orang-orang yang bekerja dengan tulus hatinya, ikhlas, dan pantang menyerah. Dan luar biasanya, kinerja para kader ini tampak secara nyata,” tutur dia.

Meski demikian, manfaat dari aplikasi ini tentu saja diharapkan tidak hanya mampu membantu pendataan terkait stunting. Akan tetapi, ke depannya juga dapat memberikan kontribusi besar terhadap penanganan masalah dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Kota Surabaya.

“Semoga adanya launching aplikasi Sayang Warga ini dapat menjadi momentum besar yang menandai adanya gerakan bersama yang sinergis untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Surabaya,” imbuhnya.

Pasca aplikasi Sayang Warga diluncurkan, sejumlah kader pun memberikan harapan besarnya kepada Pemkot Surabaya. Satu di antaranya adalah Anisah, Kader Kesehatan Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya.

Infografis: Aplikasi Sayang Warga
Infografis: Aplikasi Sayang Warga

Sebelum Sayang Warga diluncurkan, Anisah beserta para kader se Surabaya mengaku telah mendapatkan sosialisasi dan pelatihan dari pemkot tentang mekanisme penggunaan aplikasi tersebut. Mulai dari tahapan penggunaan hingga intervensi apa saja yang menjadi prioritas dalam Aplikasi Sayang Warga. “Kita sudah ada sosialisasi sebelumnya di Puskesmas Kebonsari. Jadi aplikasi itu sudah diterangkan kepada para kader. Dan untuk programnya sendiri, juga sudah kita coba,” kata Anisah.

Baca Juga:  Ketua TP PKK Rini Indriyani Imbau Orang Tua untuk Deteksi Dini Tanda-tanda ABK

Dia pun mengakui, aplikasi Sayang Warga ini justru lebih memudahkan para kader melakukan pendataan ke masyarakat. Apalagi, data yang diinput ke dalam aplikasi ini secara langsung dapat terkoneksi ke database Pemkot Surabaya. “Harapannya dari aplikasi ini, warga Surabaya bisa lebih banyak yang terbantu. Dari pihak RT/RW juga lebih cepat mengetahui informasi status warganya sendiri,” tuturnya.

Kader Kelurahan Jambangan, Kecamatan Jambangan Kota Surabaya, Darni juga menuturkan hal yang sama. Dia pun mendukung penuh langkah pemkot membuat aplikasi pendataan tersebut. “Harapan kita sebagai kader, mudah-mudahan dengan adanya aplikasi ini bentuk bantuan apapun dapat terealisasi dan tepat sasaran. Warga yang benar-benar butuh bantuan atau pendampingan itu benar-benar tercover,” kata Darni.

Selama menggunakan aplikasi tersebut, Darni juga mengaku tak menemui kendala. Namun yang pasti, Darni masih berusaha terus untuk dapat beradaptasi menggunakan aplikasi tersebut. “Jadi, datanya itu sudah ada di aplikasi, kita tinggal validasi sesuai data. Nah, untuk kader, sudah punya username untuk login masing-masing,” pungkasnya. (ADV)

Berita Terkait

Langgar Izin Tinggal, Dua WN Tiongkok Dideportasi
Pemerintah Siapkan Pendampingan dan Jaminan Sosial bagi Korban Ponpes Al Khoziny
Tiga Kebakaran Terjadi di Surabaya dalam Sehari, Satu Sopir Alami Luka Bakar
Mendagri dan APEKSI Bahas Strategi Fiskal: Dari TKD, PAD, hingga BUMD
Kos di Sidosermo Surabaya Terbakar, Satu Warga Luka Bakar Ringan
APBD Surabaya 2024 Sebesar Rp 10,9 Triliun, Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan hingga Infrastuktur
Berhasil Tekan Kemiskinan Ekstrem, Pemkot Surabaya Terima Dana Insentif Fiskal
Menjadi Catatan Sejarah, Pembukaan Piala Dunia U-17 Berlangsung di Surabaya

Berita Terkait

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 12:47 WIB

Langgar Izin Tinggal, Dua WN Tiongkok Dideportasi

Jumat, 10 Oktober 2025 - 12:58 WIB

Pemerintah Siapkan Pendampingan dan Jaminan Sosial bagi Korban Ponpes Al Khoziny

Rabu, 1 Oktober 2025 - 14:39 WIB

Tiga Kebakaran Terjadi di Surabaya dalam Sehari, Satu Sopir Alami Luka Bakar

Sabtu, 20 September 2025 - 10:31 WIB

Mendagri dan APEKSI Bahas Strategi Fiskal: Dari TKD, PAD, hingga BUMD

Selasa, 9 September 2025 - 11:48 WIB

Kos di Sidosermo Surabaya Terbakar, Satu Warga Luka Bakar Ringan

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB