Polisi Bekuk Komplotan Copet Angkot Surabaya-Sidoarjo, Begini Cerita Salah Satu Korban

- Publisher

Minggu, 31 Oktober 2021 - 22:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kedua pelaku saat diamankan di Mapolsek Wonokromo Surabaya /Bicara Surabaya

i

Kedua pelaku saat diamankan di Mapolsek Wonokromo Surabaya /Bicara Surabaya


BicaraSurabaya.com – Polsek Wonokromo, Polrestabes Surabaya membekuk komplotan copet yang kerap beraksi di angkutan kota (angkot) jurusan Surabaya-Sidoarjo. Kedua pelaku dibekuk usai polisi menerima laporan dari salah satu korban yang mengalami kecopetan di Jalan Ahmad Yani Surabaya.

Kedua pelaku yang dibekuk adalah M alias Plolong (37), warga Wonokromo dan DT (51) warga Kediri. Kedua pelaku diamankan pada pertengahan bulan Oktober 2021. Sedangkan satu pelaku lain berinisial RD, masih dalam pengejaran polisi.

Kapolsek Wonokromo, Kompol Rini Pamungkas menjelaskan, modus yang dilakukan komplotan copet yakni, dengan salah satu pelaku berpura-pura muntah. Modus ini digunakan pelaku untuk mengelabui calon korban. Di saat korban lengah, pelaku yang lain kemudian mengambil barang berharga milik korban, baik itu handphone maupun dompet

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Modus operandinya tiga pelaku ini mereka naik lyn (angkot) kuning Surabaya, dia (pelaku) bisa naik dari Terminal (Joyoboyo) atau dari Waru. Habis itu satu pelaku DT, ini sebagai yang berpura-pura muntah-muntah di dalam angkot. Dua pelaku yang lain sebagai eksekutor,” kata Kompol Rini saat konferensi pers di Mapolsek Wonokromo, Jum’at (29/10/2021) lalu.

Nah, setelah ketiga pelaku berhasil melancarkan aksinya, bagian eksekutor akan turun angkot untuk mendahului. Sedangkan pelaku lain yang berpura-pura muntah, yakni DT akan turut membelakangi.

Baca Juga:  Cara Unik Polrestabes Surabaya Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas

“Ini sudah ada beberapa laporan (korban). Makanya unit Opsnal melakukan penindakan untuk pencarian pelaku,” jelas Kompol Rini.

Dari tangan kedua pelaku, polisi mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya, satu dusbook Iphone 11, tiga casing handphone, satu charger handphone, 19 SIM Card, dua dompet dan beberapa barang bukti lain.

Polisi menduga masih ada beberapa korban lain yang belum melapor. Sebab, dugaan ini diperkuat dengan beberapa barang bukti yang berhasil diamankan dari kedua tersangka.

“Jadi masih kemungkinan ada LP-LP (laporan-laporan) atau korban-korban yang lain yang belum melapor. Jadi, kami masih koordinasi dengan polsek lain apakah ada modus operandi yang serupa,” terang Kompol Rini.

Beberapa barang bukti yang berhasil diamankan dari kedua pelaku /Bicara Surabaya
Beberapa barang bukti yang berhasil diamankan dari kedua pelaku /Bicara Surabaya

Ia menambahkan, kedua pelaku tersebut bukan pemain baru dalam dunia kejahatan. Mereka adalah residivis pada kasus yang sama dan salah satunya juga pernah ditangkap.

Kedua pelaku kini harus mendekam di jeruji besi Polsek Wonokromo Surabaya. Keduanya dijerat pasal 363 KUHP terkait pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman maksimal hukuman penjara selama 5 tahun.

Cerita Guru Korban Pencopetan

Sementara itu, saat ditemui terpisah, LR (27), merupakan salah warga Kota Surabaya yang pernah menjadi korban copet handphone. Kejadian ini dialami LR ketika naik bus mini hijau jurusan Surabaya-Sidoarjo pada Selasa, 11 Mei 2021 lalu.

Saat media ini menunjukan wajah pelaku copet yang diamankan Polsek Wonokromo, LR yang berprofesi sebagai guru ini mengaku pernah melihatnya. Ia ingat betul dengan wajah DT, salah satu pelaku copet yang diamankan. Pasalnya, ketika LR mengalami kejadian kecopetan, DT tepat duduk di sampingnya.

Baca Juga:  KPU Jatim Pastikan Usulan Besaran Anggaran Pilgub 2024 Rp 1,9 Triliun Bakal Turun

“Salah satu pelaku yang diamankan Polsek Wonokromo, itu dulu pas duduk di samping saya saat kecopetan handphone di bus hijau,” kata LR kepada Bicara Surabaya, Minggu (31/10/2021).

LR bercerita, ketika itu, ia pulang dari mengajar di salah satu SMK Negeri Surabaya. Ia pun hendak pulang ke rumah orang tuanya di Kletek, Sidoarjo, dengan menumpang bus hijau dari Jalan Ahmad Yani, Surabaya.

“Saat di dalam bus, saya melihat ada dua tempat duduk yang kosong. Satu kursi di deretan bangku paling belakang dan satunya lagi di sebelah DT. Saya pun memilih duduk di sebelah DT karena posisi bangkunya ada di tengah,” kata guru berkerudung ini.

Saat itu, LR melihat DT membawa seekor ayam. Nah, saat bus yang ditumpanginya sampai di Traffic Light Medaeng, Bungurasih Sidoarjo, DT pun hendak turun. Otomatis LR langsung berdiri karena DT duduk tepat di samping sebelah jendela. “Nah, saat itu DT hendak turun, saya otomatis langsung berdiri, karena DT duduk di sebelah jendela samping saya,” ujar dia.

Baca Juga:  Terima Beasiswa MBUS Mendikbudristek, Tiga Mahasiswa UK Petra Kuliah Gratis di Luar Negeri

Saat DT berjalan melintas di depannya, LR mengaku, jika DT ini jalannya agak merepet sembari mendekatkan ayam. Hal itu pun lantas membuat LR tanpa berpikir negatif, perhatiannya menjadi fokus ke ayam.

“Setelah itu DT turun bersama beberapa penumpang yang ada bangku paling belakang. Saat mereka turun, itu ada penumpang bus yang teriak-teriak awas petek-petek (awas ayam-ayam),” ungkap LR.

Menurut LR, penumpang lain yang berteriak di dalam bus itu mungkin saja ingin memberitahu kalau ada copet. Tapi, LR masih belum menduga akan mengalami kejadian itu. Ketika bus mulai berjalan, LR baru sadar jika HP yang ada di dalam sakunya raib.

“Setelah bus kembali jalan saya baru sadar ternyata HP di dalam saku baju sudah tidak ada. Padahal sebelum penumpang di samping saya turun (DT, red), itu masih ada di saku baju,” kata LR.

Pasca kejadian itu, di hari yang sama pula, LR langsung bergegas menuju Polsek Taman Sidoarjo untuk membuat laporan kecopetan. Namun, oleh petugas SPKT di sana, LR mengaku justru diarahkan agar membuat laporan kehilangan.

“Jadi setelah kejadian saya langsung buat laporan di Polsek Taman. Namun, kata petugas polsek karena tidak ada saksi, akhirnya saya diarahkan agar membuat laporan kehilangan saja,” tutupnya. (BS02)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB