Bicarasurabaya.com – Komunitas Muda-Mudi Surabaya (KMS) menggelar rapat kerja perdana selama dua hari, pada 2-3 Oktober 2021 di Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Rapat kerja dengan tema “Bergerak dan Bermanfaat Untuk Semua” tersebut, bertujuan untuk memasifkan program kerja di setiap bidang KMS.
Dalam raker perdana tersebut, KMS yang telah mendapatkan izin legalitas pendirian Yayasan Karya Muda Sejahtera (YKMS) juga menghadirkan beberapa narasumber. Di antaranya, inisiator Kampung Sayur Ngagel Rejo Surabaya, Robby Hidayat serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Dukuh Pakis Surabaya, Ngatelan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua YKMS, Arief Prayogo mengatakan, bahwa raker perdana ini untuk memasifkan beberapa program kerja di setiap bidang KMS. Beberapa bidang tersebut, terdiri dari lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
“Dengan terselenggaranya raker perdana, mudah-mudahan ke depannya YKMS semakin solid dengan program-program yang berjalan dengan maksimal,” kata Arief dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/10/2021).
Arief juga menjelaskan, bahwa dalam bidang pemberdayaan masyarakat, KMS telah membagi ke beberapa sektor kerja. Meliputi, Urban Farming, Olah Limbah, Pusaka, Humas, Pena (Penggalian Dana) dan Sosial atau bersinergi dengan komunitas/lembaga lain.
“Untuk Urban Farming itu meliputi edukasi tentang bertanam, pemanfaatan lahan sela dengan metode vertikultur, polybag dan hidroponik. Kemudian, pelatihan pembuatan pot verti sekaligus menanam. Hingga, membuat taman kemandirian pangan,” katanya.
Sedangkan untuk program olah limbah, kata Arief, ini meliputi pelatihan pengolahan limbah jelantah, popok bekas, hingga limbah rumah tangga. Ada pula olah limbah bata ringan serta membuat produk pot relief.
“Dalam bidang ini kami juga melakukan sociopreneur atau pedampingan wirausaha untuk menjual hasil olahan limbah,” ungkap Arief.
Sementara pada bidang Pusaka, KMS memiliki tujuan untuk mengangkat potensi kearifan lokal kampung menjadi salah satu tempat wisata yang bernuansa edukasi. Bahkan, dalam bidang ini, pihaknya juga melakukan pendampingan dan pelatihan pada kampung yang siap dipromosikan menjadi Kampung Wisata Edukasi.
Kemudian, pada bidang Humas, KMS ingin memasifkan fungsi promosi, sinergisitas dan biro usaha. Tak lupa, optimalisasi akun media sosial untuk publikasi setiap kegiatan KMS juga menjadi fokus utama.
Sedangkan di bidang Pena, yayasan yang berkantor di Surabaya ini ingin memasifkan promosi kepada donatur terkait fokus program YKMS. Tak lupa, desain company profile maupun sinergisitas dengan lembaga lain terkait teknik penggalian dana, juga menjadi fokus YKMS ke depannya.
Untuk bidang sosial, Arief menyatakan, bahwa YKMS telah bersinergi dengan beberapa komunitas atau lembaga lain. Di antaranya, mengadakan program khitan bersama, santuan anak yatim dan kaum dhuafa, sebar Al-Qur’an gratis, hingga pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan las, jahit hingga sablon.
“Selain itu, kami dari YKMS juga membuka rekrutmen relawan guna memaksimalkan setiap kegiatan, sehingga lebih profesional. Karena, kita sudah mulai beberapa kali bersinergi dengan komunitas, lembaga, maupun instansi lainnya,” tandasnya.
Sebagai informasi, dalam raker perdana ini, juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama antara YKMS dengan Rumah Pintar Matahari dalam bidang pelatihan skill. (BS02)











