Bicarasurabaya.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bina Desa di Desa Kalanganyar, Sidoarjo, membantu penguatan branding dan pemasaran digital Kedai Kademangan melalui pembuatan stiker kemasan, katalog menu, serta pengelolaan media sosial Instagram.
Program bertajuk “Optimalisasi Visual Branding dan Digital Marketing Kedai Kademangan melalui Pembuatan Stiker, Katalog, dan Media Sosial Instagram” itu berlangsung mulai 9 Mei hingga 17 Juni 2026. Kegiatan diawali dengan diskusi bersama mitra untuk memetakan kebutuhan usaha, khususnya terkait identitas visual dan promosi digital.
Ketua Kelompok KKN Bina Desa, Regia Rizki, mengatakan program tersebut dirancang agar Kedai Kademangan memiliki identitas usaha yang lebih kuat sekaligus mampu menjangkau konsumen secara lebih luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari hasil diskusi dengan mitra, kami melihat penguatan identitas visual dan media sosial menjadi kebutuhan penting. Karena itu, kami membuat stiker, katalog, dan Instagram yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh Kedai Kademangan,” kata Regia.
Dalam pelaksanaannya, tim dibagi menjadi tiga bagian. Pembuatan stiker ditangani Ratu, Cindy, dan Faizah, sementara katalog dikerjakan Nabila, Aqilla, dan Salma. Adapun pengembangan akun Instagram dilakukan Regia, Ifgar, Dilla, dan Nabil.
Program tersebut menghasilkan stiker kemasan untuk produk makanan dan minuman, katalog menu dalam bentuk fisik dan digital, serta akun Gmail dan Instagram Kedai Kademangan. Selama program berlangsung, mahasiswa juga memproduksi tujuh unggahan dengan total 13 konten berupa Reels dan carousel Instagram.
Regia berharap berbagai produk tersebut tidak hanya menjadi luaran KKN, tetapi dapat terus dimanfaatkan untuk memperkuat pemasaran kedai.
“Kami berharap Instagram tetap aktif, katalog terus diperbarui, dan identitas visual yang telah dibuat dapat digunakan secara konsisten agar Kedai Kademangan semakin dikenal masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Dyva Claretta, menilai program tersebut mencerminkan pendekatan KKN yang berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal.
“Mahasiswa tidak hanya membawa program, tetapi terlebih dahulu mengidentifikasi kebutuhan mitra. Dari situ muncul solusi yang aplikatif, mulai dari penguatan branding hingga pemanfaatan media digital untuk mendukung pemasaran,” kata Dyva.
Menurut Dyva, keberlanjutan menjadi bagian penting dalam program pengabdian. Media sosial, katalog, serta identitas visual yang telah dibuat perlu terus dikelola agar manfaat program tetap dirasakan setelah kegiatan KKN berakhir.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Bina Desa berharap Kedai Kademangan memiliki fondasi branding dan pemasaran digital yang lebih kuat, sehingga mampu meningkatkan daya tarik produk sekaligus memperluas jangkauan pasar. (Penulis: Dyva Claretta/Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur)









