Bicarasurabaya.com – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur akan kembali bekerja sama dengan RSJ Menur Surabaya dalam pembebasan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pada bulan Oktober ini.
Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, Alwi mengatakan, ada sebanyak 25 ODGJ dari Kabupaten Nganjuk yang akan dibebaskan dari pasung. Ini sebagaimana menindaklanjuti arahan Gubernur Jatim dalam program Jatim Bebas Pasung 2024 untuk semua kabupaten/kota di Jatim.
“Jika sudah lapor dan koordinasi dan daerah mana yang siap maka akan kami tindaklanjuti,” kata Alwi sebagaimana dilansir dalam laman resmi kominfo.jatimprov.go.id, Jumat (1/10/2021).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dinsos Jatim sampai saat ini mencatat ada 300 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dipasung oleh keluarganya sendiri.
Alwi menyebut ratusan ODGJ yang dipasung itu tersebar di 38 kabupaten/kota di Jatim dengan rata-rata sepuluh orang di setiap wilayah.
Hal itu terus bertambah akibat pemasungan ulang. Menurut Alwi, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah daerah kabupaten/kota di Jatim untuk melakukan upaya pembebasan ODGJ dari pasung. “Sebab, tanpa kerja sama yang baik target Jatim bebas pasung sulit tercapai,” ujar Alwi.
Untuk tahapannya, tiap ODGJ yang sudah bebas dari pemasungan akan ditangani tim dokter di RSJ Menur Surabaya sampai dinyatakan sehat. Setelah itu baru bisa dikembalikan ke daerah. “Sebelum dikembalikan harus ditempatkan di Panti Sosial agar bersosialisasi,” jelas dia.
Di panti sosial, Alwi menyebut, para korban pemasungan akan mendapatkan pembinaan dengan berbagai keterampilan dan keahlian. Harapannya saat dikembalikan ke kampung halaman, korban bisa memiliki kegiatan yang produktif.
“Kalau saat kembali, tidak diterima dikhawatirkan akan terjadi repasung. Jadi, pelan-pelan, begitu kembali, sudah dalam keadaan normal,” kata Alwi.
Beberapa waktu yang lalu, Direktur RS Jiwa Menur, dr Moch Hafidin Ilham menyatakan, pembebasan pasung ini merupakan salah satu tujuan yang dicanangkan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dalam Nawa Bhaktinya, Jatim bebas pasung.
“Melalui kegiatan inovasi-inovasi,yaitu berusaha untuk jemput bola ke daerah-daerah, agar tidak ada pasien pasien pasung di wilayah Jatim, mereka akan kita bebaskan, akan kita rawat di rumah sakit, sampai betul-betul bisa mandiri, kemudian kita kirim kembali ke daerah asal,” tandasnya. (BS02)









