Bicarasurabaya.com – Polrestabes Surabaya melakukan pemusnahan barang bukti penyalahgunaan narkoba hasil ungkap kasus Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2021 di halaman Mapolrestabes Surabaya, Jum’at (24/9/2021).
Dalam acara pemusnahan itu, polisi juga memamerkan 120 orang tersangka, yang terdiri dari bandar, pengedar maupun pemakai penyalahgunaan narkoba.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan itu merupakan hasil ungkap kasus yang ditangani jajarannya mulai November 2020-Agustus 2021. Dalam kurun waktu itu, ada 10 kasus yang ditangani dengan 14 tersangka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Barang bukti yang diamankan dan dimusnahkan kali ini sebanyak 39 kilogram 373,75 gram Sabu, 2 kilogram 479,73 gram Ganja, 400 butir Happy Five, dan 39.000 butir Pil koplo LL,” kata Kombes Pol Akhmad Yusep.
Selain itu, selama 12 hari melakukan Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2021, Polrestabes Surabaya bersama polsek jajaran berhasil mengungkap 60 kasus dan mengamankan 120 orang tersangka. Sedangkan total barang buktinya berupa Sabu 652,94 gram, Ganja 45,9 gram, Ekstasi 10,5 butir, Pil LL 50.438 butir.
“Dari barang bukti yang diamankan dan dimusnahkan ini, nampaknya masih banyak peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Surabaya. Makanya, kami mengimbau mari kita bersama-sama menangani penyalahgunaan narkoba ini dengan melibatkan semua pihak,” kata dia.
Kapolrestabes Surabaya juga memastikan bahwa dalam waktu dekat, Kapolda Jawa Timur akan melaksanakan program zero narkoba di masing-masing wilayah. Khusus Kota Surabaya, nantinya juga akan membangun kampung atau wilayah zero narkoba, yang mana nantinya titik-titiknya akan ditentukan.
“Khusus Surabaya kan ada 31 kecamatan. Kita berharap satu kecamatan ada satu titik. Bila ada kecamatan yang mampu lebih dari satu titik, ya kita berterimakasih, artinya kelurahan tersebut betul-betul tangguh dari narkoba,” katanya.
Oleh karena itu, Kapolres berharap program ini nantinya dapat didukung oleh semua pihak, khususnya masyarakat Surabaya. Supaya Kota Pahlawan ini benar-benar zero narkoba dan bisa lebih produktif, sehingga ini dapat mengurangi dan menghilangkan perilaku masyarakat atau oknum masyarakat yang menyalahgunakan obat-obatan terlarang ini.
“Mohon dukungannya dari semua pihak supaya dapat menyelamatkan anak-anak kita dari ancaman penyalahgunaan narkoba,” tandasnya. (BS02)









