Cak Eri Marah! Ada Lansia Butuh Bantuan Tapi Camat dan Lurah Tidak Tahu

- Publisher

Kamis, 26 Agustus 2021 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar instagram Eri Cahyadi beserta intervensi bantuan pemkot ke rumah Nenek Sumirah /Ist

i

Tangkapan layar instagram Eri Cahyadi beserta intervensi bantuan pemkot ke rumah Nenek Sumirah /Ist


Bicarasurabaya.com – Nenek Sumirah (89), lansia yang hidup sebatang kara akhirnya mendapatkan intervensi sosial dari Pemkot Surabaya. Ini setelah pemkot mendapatkan informasi mengenai kondisi warga Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal Surabaya tersebut.

Selama pandemi Covid-19, Nenek Sumirah mengaku belum pernah tersentuh bantuan sama sekali dari pemerintah. Baik bantuan sosial dari pemkot maupun pemerintah pusat.

Hal itu pun lantas membuat Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi marah. Pasalnya, selama puluhan tahun, perangkat daerah sekitar atau camat dan lurah tidak mengetahui bahkan melaporkan kondisi warganya itu.

“Siapa yang salah? Pemerintah kota yang salah, saya yang salah. Kalau lansia ini, iku (itu) camat dan lurah, Kepala OPD dan Pegawai Negeri Sipil Kota Surabaya yang menjadi tetangganya tidak tahu, iku jenenge kebacut (namanya terlalu),” kata Cak Eri sebagaimana dilansir dalam akun resmi instagram @ericahyadi_ pada Kamis (26/8/2021).

Cak Eri menegaskan, ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan namun pejabat sekitar seperti lurah dan camat tidak mengetahui, tentunya hal ini sangatlah keterlaluan. Karena, secara otomatis pejabat itu tidak pernah dekat dengan warganya.

Baca Juga:  Di Momen Idulfitri 1444H, Wali Kota Eri: Waktunya Kita Ciptakan Kesejahteraan di Surabaya

“Berarti yang namanya pejabat saya, baik dari Kepala OPD, Kasi, Kabid, Lurah, Camat, Kasi Kecamatan, Kasi Kelurahan, tidak pernah dekat dengan masyarakat. Kalau dekat dengan masyarakat, ya pasti onok (ada) laporan iki,” tegasnya.

Karenanya, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini kembali meminta seluruh pejabat di pemkot agar turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi warganya. Baik itu, Kepala Dinas, Kepala Bidang (Kabid), Camat, Lurah hingga Kasi.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Launching Tunjungan Romansa

“Karena saya nyuwun (minta) tolong kepada panjenengan (anda) semua, ayok muduno (turun). Tolong turun, lihat,” katanya.

Cak Eri juga kembali mengingatkan kepada seluruh pejabat di lingkungan pemkot agar terjun ke wilayahnya masing-masing. Mulai sekarang, ia tidak ingin ada lagi warga miskin di Surabaya yang mengalami kesulitan namun pejabat sekitarnya tidak mengetahui.

“Jangan pernah mulai hari ini lagi di Kota Surabaya ada orang miskin yang pejabat Pemerintah Kota Surabaya tidak tahu. Makanya muter, dikelilingi iku (itu), dikelilingi daerahnya,” tandasnya. (BS02)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB