Bicarasurabaya.com – Nasib apes dialami Ning Luluk (bukan nama aslinya) bersama ketiga rekannya. Niat hati ingin malam mingguan di Makam Kembang Kuning, malah justru diamankan Petugas Gabungan.
Ning Luluk bersama ketiga rekan wanitanya itu, terjaring razia petugas gabungan Swab Hunter dari Tiga Pilar Kecamatan Sawahan Surabaya pada Sabtu (26/6/2021) malam.
Camat Sawahan Surabaya, M Yunus mengungkapkan, bahwa Ning Luluk bersama ketiga rekannya ini merupakan Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE). Oleh sebab itu, keempatnya kemudian digiring petugas ke Kantor Satpol PP Surabaya untuk dilakukan pendataan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menjaring 4 WRSE sebelum diserahterimakan ke Mako 34 (Kantor Satpol PP) untuk WRSE dikondisikan menjalani swab di park and ride Jalan Mayjend Sungkono terlebih dahulu,” kata Yunus dalam laporan tertulis yang diterima Bicara Surabaya, Minggu (27/6/2021).

Dalam razia swab hunter itu, kata Yunus, petugas juga menjaring 12 orang yang diketahui nongkrong di Makam Kembang Kuning. Mereka pun kemudian diarahkan untuk menjalani pemeriksaan swab di Park and Ride Jalan Mayjend Sungkono.
“Dari 12 pemilik KTP (Kartu Tanda Penduduk), 1 pemilik KTP tidak datang mengikuti swab, untuk KTP diamankan di Mako Praja Sawahan,” terang Yunus.
Menurut Yunus, razia di Makam Kembang Kuning ini menindaklanjuti laporan dari warga terkait dugaan adanya WTSE yang mencari pelanggan di lokasi tersebut. Apalagi saat ini, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro di Surabaya sedang diberlakukan.
“Selama giat berjalan mandali (aman terkendali) dan kondusif,” tutup Yunus. (BS02)





