Jembatan Suramadu Disekat, Camat Sawahan Pilih Cari Kos di Surabaya

- Publisher

Rabu, 9 Juni 2021 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Sawahan Kota Surabaya, M Yunus | Istimewa

i

Camat Sawahan Kota Surabaya, M Yunus | Istimewa


Bicarasurabaya.com – Jembatan Suramadu yang menghubungkan Kota Surabaya dan Kabupaten Bangkalan, Madura, dilakukan penyekatan atau screening sejak Minggu (6/6/2021) lalu.

Langkah ini dilakukan untuk menekan laju penularan Covid-19, pasca kasus di Kabupaten Bangkalan meningkat.

Namun demikian, screening yang dilakukan kepada setiap pengendara yang akan masuk ke Surabaya melintasi Jembatan Suramadu ini, rupanya membawa dampak besar bagi penduduk Madura yang bekerja di Surabaya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satunya seperti yang dialami Camat Sawahan, Mohammad Yunus. Pria pemeran New Man ikon protokol kesehatan Kota Surabaya ini mengaku bukan karena rasa takut akan hasil rapid antigen. Namun, dia lebih mengkhawatirkan terjadi perubahan pada salah satu bentuk dari wajahnya.

Baca Juga:  Tim SAR Gabungan Temukan Pengendara yang Hilang di Perairan Suramadu

“Kalau riwa-riwi (bolak-balik) saja gak masalah. Diswab gak masalah. Tapi kalau di antigen tiap hari. Isok- isok irungku mekrok (bisa-bisa hidungku membesar),” kata Yunus kepada awak media, Rabu (9/6/2021).

Maka dari itu, saat dilakukan penyekatan di kaki Jembatan Suramadu sisi Surabaya, Yunus yang merupakan penduduk Kecamatan Kamal ini lebih memilih mencari penginapan atau rumah kos untuk tinggal sementara di Kota Pahlawan.

“Untuk keselamatan saya tinggal di sini. Sementara cari kos sampai kondisi landai. Mungkin tiap seminggu sekali pulang,” ungkap Yunus.

Baca Juga:  Satgas ITS Rilis Data Resmi Kasus Covid Covid-19 di Lingkup Sivitas Akademika

Meski memilih tinggal di Surabaya, Yunus mengaku tetap memikirkan keluarganya. Termasuk pula melengkapi kebutuhan keluarganya sehari-hari. Bahkan, dia juga meminta istri, anak hingga orang tuanya agar tidak keluar rumah.

“Keluarga tidak boleh keluar-keluar. Saya sudah siapkan kebutuhan bahan pokok untuk persediaan makanan beberapa hari. Tiap hari juga masih kontak lewat telepon, tanya kesehatan termasuk orang tua dan keluarga yang tinggal di Bangkalan,” ungkap Yunus.

Menurut Yunus, penyekatan dan screening kepada pengendara yang akan masuk ke Surabaya melintasi Jembatan Suramadu ini dinilai cukup bagus. Pasalnya, langkah ini dapat menekan laju penyebaran Covid-19 di Surabaya.

Baca Juga:  Provinsi Jatim Peringkat Keempat Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia, Dewan Sarankan Ubah Pola Vaksinasi

“Kalau gak bisa dikendalikan mulai dari awal lagi. Harapannya masyarakat bisa menerima. Harus ikhtiar pemerintah dalam melindungi masyarakat,” pungkasnya. (BS02)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB