Museum Olahraga, Penghargaan Bagi Atlet dan Pendobrak Semangat Berprestasi

- Publisher

Selasa, 18 Mei 2021 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Museum Olahraga Surabaya (MOS)/dok.Humas Pemkot Surabaya

i

Gedung Museum Olahraga Surabaya (MOS)/dok.Humas Pemkot Surabaya


Bicarasurabaya.com – Gedung unik bercat serba merah itu berdiri kokoh di sisi utara Gelora Pancasila. Gedung dengan dua lantai itu berisi barang-barang berharga yang disumbangkan oleh para atlet berprestasi asal Surabaya. Ya, itulah gedung Museum Olahraga Surabaya (MOS). Wujud penghargaan kepada para atlet berprestasi Surabaya, dan akan menjadi pendobrak semangat anak-anak Surabaya dalam meraih prestasi dalam bidang olahraga.

Museum yang terletak di Jalan Patmosusastro nomor 12 Surabaya itu, sudah diresmikan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Menteri Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini pada Sabtu (8/5/2021). Hingga saat ini, sebanyak 235 koleksi tersimpan di dalam museum tersebut. Semua barang itu, pernah mengharumkan nama baik Surabaya di kancah nasional maupun internasional.

Museum tersebut merupakan impian Mensos Risma sejak menjabat Wali Kota Surabaya. Saat itu, ia menginginkan Kota Surabaya mempunyai banyak museum yang bisa digunakan sebagai tempat belajar atau menambah wawasan para pelajar dan juga masyarakat luas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini mimpi aku sudah lama sekali, mulai aku jadi wali kota. Aku ingin Surabaya ini banyak museum, karena sebetulnya banyak prestasi yang diraih oleh para senior-senior dari Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawan. Ini bentuk penghargaan kepada mereka,” kata Mensos Risma.

Menurutnya, para atlet ini merupakan pahlawan masa kini. Mereka itu merupakan pahlawan yang juga sama membawa nama bangsa Indonesia hingga di kancah Internasional.

Baca Juga:  Maraton ISOPLUS Putar Rp74,78 Miliar, Tapi Banjir Protes Penutupan Jalan

“Tidak mudah menjadi mereka berprestasi, saya mengalami sendiri, tahu persis karena dulu saya atlet. Jadi, mereka ini jam tidurnya di atur, jam makannya harus diatur, tidak sembarangan. Mereka ini sangat disiplin,” tegasnya.

Mensos Risma dan Wali Kota Eri saat meresmikan MOS/Dok.Humas Pemkot Surabaya

Di samping itu, pembangunan MOS ini sebenarnya juga untuk menyampaikan pesan bahwa prestasi itu tidak mesti di bidang akademik saja, tapi di bidang apapun bisa, termasuk dalam bidang olahraga ini. Oleh karena itu, apabila ada anak Surabaya yang ingin mengembangkan minat dan bakatnya di bidang olahraga, maka harus selalu didukung.

“Pesan-pesan inilah yang ingin saya sampaikan waktu itu, bahwa prestasi itu tidak mesti di bidang akademik saja, tapi bisa di bidang apapun,” ujarnya.

Ia juga berharap, anak-anak Surabaya mulai jenjang TK bisa mempunyai mimpi untuk menjadi seorang atlet yang berprestasi. Bahkan ke depan, Mensos Risma juga berharap museum tersebut bisa dilengkapi dengan suara dari para atlet di masing-masing cabang olahraga.

“Mungkin ke depan bisa dilengkapi dengan suara, misalkan nanti anak-anak tanya, terus ada suara atletnya langsung yang menjawab, sehingga anak-anak punya mimpi untuk berprestasi,” imbuhnya.

Mensos Risma juga yakin MOS ini akan membantu anak-anak Surabaya bisa berprestasi di bidang olahraga, minimal kalau mereka cinta dengan olahraga, pasti mereka tidak akan tersentuh narkoba dan juga tidak akan kenal dengan kenakalan remaja.

Baca Juga:  Kemensos Relokasi Keluarga Korban Rudapaksa Ayah Tiri di Surabaya

“Bagaimana mau nakal, wong mereka ini sibuk latihan dan latihannya diawasi pula. Jadi, saya sampaikan terimakasih banyak kepada para atlet yang telah memberikan sumbangsihnya kepada museum ini,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, MOS ini tentu akan semakin meningkatkan semangat anak-anak Surabaya. Bahkan, nantinya mereka bisa belajar banyak dari perjuangan para atlet untuk mendapatkan keberhasilan.

“Jadi, ini bisa jadi pendobrak semangat anak-anak Surbaya untuk meraih prestasi dalam bidang olahraga. Karena kita ingin menjadikan Surabaya sebagai kota berprestasi, kota anak dan juga kota olahraga. Di sini mereka juga bisa foto dengan para atlet idola mereka lewat photo box dan bisa langsung dicetak,” kata Wali Kota Eri.

Museum yang merupakan wujud penghargaan kepada para atlet itu memiliki 235 koleksi yang terbagi menjadi tiga jenis. Pertama, koleksi historika yang diperoleh dari hasil temuan dan hasil escavasi atau bukti materil bersejarah yang jumlahnya sebanyak 169 buah.

Kedua, koleksi heraldika yaitu tanda penghargaan atau jasa, kepangkatan, lambang atau logo yang jumlahnya sebanyak 65 buah. “Ketiga, koleksi teknologika yang terkait dengan unsur teknologi, dan jumlahnya masih satu buah. Tentu, koleksi museum ini akan terus kita tambah secara bertahap,” kata dia.

Baca Juga:  Jelang Pelantikan, Armuji Ziarah ke Makam Ayahanda dan Sungkem Minta Doa Restu Ibu
Wali Kota Eri, Mensos Risma, dan Heny Maspaetella di dalam MOS/Dok.Humas Pemkot Surabaya

Sementara itu, Henny Maspaitella yang merupakan mantan atlet dan menyumbangkan barang-barangnya ke MOS mengaku merasa terhormat karena Surabaya amat sangat menghargai prestasi mantan atlet. Sebab, selama ini mantan atlet itu seakan kurang diperhatikan.

“Tapi ternyata berbeda di Surabaya. Di Surabaya luar biasa karena sampai membangun satu museum dimana orang-orang bisa tahu kita, masih bisa dikenang dan dikenal. Sungguh saya merasa terhormat dan bangga, ini menjadi salah satu penghargaan berharga bagi kami para atlet,” kata Henny.

Ia berharap, berbagai koleksi dalam MOS ini dapat menjadi motivasi bagi anak-anak Surabaya yang ingin menjadi atlet berprestasi. Jika mereka melihat data prestasi dan medali serta bonus-bonus yang diterima saat ini, pasti akan tambah memicu motivasinya untuk menjadi atlet, karena mereka akan sadar bahwa ternyata jadi atlet itu bisa hidup juga.

“Kalau sekarang jadi atlet bisa mendapatkan kerja, sekolah gratis, bonus-bonus dan sebagainya. Oleh karena itu, saya berharap dengan adanya MOS ini para atlet Surabaya bisa lebih berprestasi dibanding kita-kita, karena fasilitasnya sudah semakin lengkap dan bagus,” pungkasnya. (ADV)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB