Bicarasurabaya.com – Pesawat Sriwijaya Air S-J 182 dinyatakan hilang kontak di sekitar perairan Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu (9/1/2021). Salah satu penumpang pesawat ini adalah Fadly Satrianto (28), dengan nomor kursi 40 yang tercatat dalam manifest.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Bicara Surabaya, Fadly tercatat sebagai warga Teluk Penanjung, Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Kota Surabaya.
Saat ditemui awak media di kediamannya, Sumarzen Marzuki atau orang tua Fadly mengaku masih menunggu kabar terkait keberadaan anaknya. Keluarga berharap, seluruh penumpang dapat ditemukan, termasuk anaknya dalam keadaan baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Harapan kami keluarga, putra kami termasuk yang lain dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Tetapi kalau Allah sudah berkehendak lain, kami sudah mengikhlaskan, kami dengan ikhlas ini musibah kecelakaan yang tidak perlu kita sesali,” tutur Marzuki.
Marzuki mengatakan, jika putra bungsu dari tiga bersaudara ini merupakan Co-Pilot di perusahaan NAM Air. Fadly ditugaskan oleh perusahaannya dari Jakarta menuju Pontianak untuk mengambil pesawat yang akan dikendarai olehnya bertugas.
“Anak saya yang ketiga ini adalah Co-Pilot di perusahaan NAM Air. Dia (Fadly, red) akan ke Pontianak itu dalam rangka ditugasi oleh perusahaan NAM Air,” ungkap Marzuki.
Sebelum pesawat yang ditumpangi Fadly dikabarkan hilang kontak, Marzuki mengaku bahwa anaknya itu sempat melakukan kontak dengan ibunya.
“Kontak terakhir dengan ibunya itu kemarin Sabtu (9/1/2021) pagi. Dia (Fadly, red) bilang mau ke Pontianak,” terang dia.
Marzuki juga mengungkapkan, sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga telah datang di kediamannya untuk memberikan support kepada pihak keluarga. (BS02)









