Balai Kota Surabaya Akan Semakin Indah dengan Burung Merpati Berbagai Jenis

- Publisher

Minggu, 29 November 2020 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Risma saat melihat merpati di bazar/ist

i

Wali Kota Risma saat melihat merpati di bazar/ist


Bicarasurabaya.com- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membuka Pameran dan Bazar Merpati Hias dan Endemik yang digelar di BG Junction, Surabaya, Minggu (29/11/2020). Acara yang digelar oleh Indonesian Fancy Pigeon Community (iFPC) Surabaya Raya itu memajang berbagai jenis burung merpati yang unik-unik dari berbagai negara.

Saat tiba di acara tersebut, Wali Kota Risma langsung melihat satu persatu jenis burung merpati itu, ia pun terheran-heran karena merpati yang dipajang di bazaar itu unik-unik dan lucu-lucu, tidak seperti burung merpati biasanya. “Ini lucu sekali yaa. Pasti bagus banget kalau ini ada di balai kota,” katanya sambil memegang burung merpati jenis American Fantail.

Ia semakin terkejut ketika melihat burung merpati jenis Bhokara, karena kaki dan kepala burung itu bentuknya unik. Akhirnya, dia pun langsung memerintahkan jajarannya untuk membeli beberapa jenis burung itu untuk dipelihara dan diletakkan di Balai Kota Surabaya. “Subhanallah, luar biasa ya Tuhan menciptakan burung-burung ini dengan berbagai bentuk yang berbeda-beda,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada kesempatan itu, ia juga mengucapkan terimakasih dan selamat kepada para peserta dan penggemar burung merpati atas terselenggaranya acara tersebut. Ia mengaku, sebelum datang ke acara itu sudah membayangkan bahwa merpati yang akan dipajang di bazar tersebut seperti merpati-merpati biasanya yang sudah banyak di Balai Kota Surabaya. “Tapi ternyata tidak, ternyata merpatinya aneh-aneh. Saya sampek heran kok ada merpati yang seperti itu,” kata dia.

Baca Juga:  Kementerian PUPR Bantu Surabaya Teruskan Pengerjaan Tanggul Sungai Kali Lamong

Presiden UCLG ASPAC ini juga menjelaskan bahwa selama ini sudah keliling ke hampir seluruh belahan dunia, tapi belum pernah melihat merpati yang aneh-aneh semacam itu. Oleh karena itu, ia yakin bahwa pada suatu saat nanti, komunitas itu akan terus berkembang dan akan menjadi komoditi hingga bisa menjadi lading bisnis.

“Mungkin komunitas ini masih sedikit, tapi ini ramah untuk anak-anak muda, sehingga pasti nanti anak-anak banyak yang tertarik. Jadi, ini harus terus dikembangkan. Bahkan kalau bisa, ini harus terus diadakan setiap tahun supaya lebih bagus,” katanya.

Wali Kota Risma juga menegaskan bahwa tidak ada salahnya para pecinta dan penggemar burung merpati itu merawat flora dan fauna di muka bumi ini. Semakin berwarna dan semakin banyak jenis flora dan fauna di Indonesia, terutama di Surabaya, maka akan semakin menarik untuk dikungjungi wisatawan.

“Apalagi, kalau kita menyayangi binatang dan tanaman, maka hati kita pasti akan lembut, pasti tidak berani kasar kepada siapapun, karena kalau tidak seperti itu, sudah pasti kita tidak akan bisa merawatnya,” kata dia.

Baca Juga:  Tudingan Suap Tak Berdasar, Camat Bulak Tegaskan Penataan Parkir Sesuai Prosedur

Ia juga menjelaskan bahwa di Balai Kota Surabaya itu sudah ada tupai dan merpat serta beberapa jenis burung lainnya. Bahkan, ia memastikan bahwa merpati yang dipelihara di Balai Kota Surabaya awalnya hanya 200-an, tapi kini sudah ribuan.

“Terus di rumah dinas saya itu, kalau musim tertentu, ada banyak burung yang bermacam-macam berdatangan, karena di rumah dinas itu ada salah satu tanaman yang bisa dimakan oleh mereka. Kemudian di musim yang lain burung-burung itu pergi,” ujarnya.

Karenanya, ia memborong semua jenis burung merpati yang ada di bazar itu untuk dipelihara oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya. Tentu, jika sudah memungkinkan, nantinya akan dilepas dan dipelihara di Balai Kota Surabaya seperti burung merpati lainnya.

“Nanti DKPP tak belikan sepasang-sepasang, tolong dirawat ya Pak Herlambang (Kepala DKPP Surabaya),” katanya kepada Herlambang yang saat itu turut hadir di acara tersebut. Herlambang pun menyanggupi perintah Wali Kota Risma.

Sementara itu, Ketua iFPC Surabaya Raya, Muhafi, mengatakan Pameran dan Bazar Merpati Hias dan Endemik ini merupakan acara perdana dari iFPC, karena organisasi merpati hias Surabaya ini baru berdiri pada tanggal 10 November 2020 lalu. Ia menjelaskan bahwa tujuan acara ini untuk memperkenalkan merpati kepada masyarakat Surabaya bahwa sebenarnya merpati itu sangat banyak jenisnya.

Baca Juga:  Promosikan Mihol di Medsos, Pengusaha Bisa Terancam Pidana atau Denda Rp50 Juta

“Dan ternyata hobi yang baru ini juga diperhatikan oleh pemerintah, sampek Bu Risma hadir sendiri membuka acara ini. Jadi, kami sampaikan terimakasih banyak kepada Bu Risma yang telah menyempatkan waktu hadir ke sini,” kata Muhafi.

Ia juga menjelaskan bahwa peserta yang hadir dalam bazar tersebut berasal dari tujuh kabupaten/kota se-Jawa Timur. Bahkan, para pesertanya sekitar 50-an dengan membawa sekitar 200 merpati. “Kalau jenisnya sekitar ada 30 jenis yang kami pajang di bazar ini,” ujarnya.

Muhafi juga memastikan bahwa Wali Kota Risma itu tidak hanya hadir dan membuka acara tersebut, tapi juga memborong sekitar tujuh pasang jenis merpati yang ada di bazar tersebut, sehingga dia mengaku sangat senang atas perhatian Wali Kota Risma itu. Makanya, dia memastikan akan terus mengembangkan komunitasnya itu ke depannya sesuai permintaan Wali Kota Risma.

“Beliau langsung memborong tujuh pasang dari berbagai jenis. Tentu ini perhatian yang sangat luar biasa dari Bu Risma. Terimakasih Bu Risma dan jajarannya,” pungkasnya. (BS01)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB