Kepala Bakesbangpol: Bu Risma Larang Pasang Baliho “Bela Bu Risma”

- Publisher

Sabtu, 28 November 2020 - 05:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto baliho

i

Foto baliho "Bela Bu Risma" /Ist


Bicarasurabaya.com – Beredar pesan di WhatsApp yang bertuliskan, Kepala Bakesbangpol Surabaya, Irvan Widyanto mengimbau camat dan lurah agar memasang baliho di wilayahnya masing-masing. Pemasangan baliho ini dilakukan sebagai bentuk pembelaan terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Pembelaan tersebut dilakukan pasca adanya kelompok yang melakukan hujatan kepada Wali Kota Risma. Bahkan, video yang berisi hujatan “Hancurkan Bu Risma” berdurasi 19 detik itupun viral di media sosial.

Kepala Bakesbangpol Surabaya, Irvan Widyanto menegaskan bahwa apa yang dilakukannya itu murni tidak ada kaitannya dengan politik atau Pilwali Surabaya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini adalah murni saya pribadi. Dan secara kedinasan, saya adalah anak buah Ibu Wali Kota. Jadi saya juga menangkap keresahan teman-teman semua yang artinya sama perasaannya,” kata Irvan, Jum’at (27/11/2020) malam.

Baca Juga:  Warung di Surabaya Ini Gratiskan Makan dan Minum untuk "Bela Bu Risma"

Menurut dia, tak hanya warga yang merasa sakit hati dan resah ketika Wali Kota Risma akan dihancurkan. Namun dirinya bersama rekan-rekan di lingkungan Pemkot Surabaya juga merasakan hal yang sama.

“Karena bagaimanpun juga kami ini dibangun sebagai tim oleh Ibu Wali Kota, kami dibangun tim yang dinakhodai Ibu Wali Kota. Ketika Ibu Wali Kota kita kemudian dikata-katain hancur, itu sama saja dengan menghancurkan kami semua,” terang dia.

Bagi Irvan, secara pribadi Wali Kota Risma bukan hanya sekadar pemimpin Surabaya atau atasannya. Namun, dirinya sudah menganggap Tri Rismaharini sebagai ibu kandungnya sendiri.

“Apalagi saya sudah kehilangan ibu saya. Saya sendiri melihat ibu wali kota itu sama seperti ibu kandung saya. Bu Risma semata-mata bukan hanya memberikan tugas kedinasan tapi apa-apa yang disampaikan itu seperti petuah atau pitutur bagi kami,” ungkap dia.

Baca Juga:  Dulu Penjahit Pakaian PSK, Kini Jadi Pengusaha Batik Beromzet Puluhan Juta

Untuk itu ketika Wali Kota Risma dihujat, Irvan merasa tidak terima dan ingin membela wali kota. Dirinya merasa tidak bisa berdiam diri ketika melihat ibunya dihujat. “Itu yang membuat kami merasa resah ketika ibu seolah-olah mau dihancurkan seperti itu. Dan jujur saya tidak bisa berdiam diri,” tegas dia.

Namun, kata Irvan, ketika Wali Kota Risma mendengar kabar ini, spontan langsung menelepon dan melarangnya. Bahkan, dia mengaku, Wali Kota Risma juga memarahinya.

“Ketika ibu mendengarkan kabar ini, Jum’at (27/11) sore, beliau (Bu Risma) spontan langsung menelepon saya dan memarahi saya. Jadi saya dimarahi agar supaya tidak meneruskan apa yang saya lakukan. Saya disuruh hentikan,” tambahnya.

Baca Juga:  Menang Lomba Jurnalistik, Belasan Awak Media Terima Penghargaan dari Bu Risma

Menurut Irvan, ketika Wali Kota Risma yang melarang, itu sama dengan perintah yang diberikan ibu kandungnya. Sehingga dia merasa wajib untuk mentaati perintah itu.

“Bagi saya itu bentuk rasa sayang beliau (Bu Risma) kepada kami semua. Apa yang saya lakukan itu adalah bentuk kecintaan kepada sosok ibu. Kalau ada yang pasang, itu adalah inisiatif warga, karena ibu wali kota juga ibunya warga Kota Surabaya,” jelas dia.

Irvan kembali menegaskan telah melarang memasang baliho “Bela Bu Risma”. Apabila masih saja ada yang pasang baliho, maka itu merupakan inisiatif warga.

“Kalau ada warga spontan sudah memasang (Baliho Bela Bu Risma) itu adalah hak mereka. Mungkin warga itu memiliki rasa yang sama kecintaannya kepada ibu wali kota,” tandasnya. (BS02)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB