Indonesia Bakal Jadi Tuan Rumah Forum Kebencanaan Dunia 2022 Mendatang

- Publisher

Jumat, 16 Oktober 2020 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Ilustrasi) Bantuan alat kesehatan dari BIN (Badan Intelijen Negara) saat tiba di Balai Kota Surabaya, Selasa (02/06/2020) /dok. Bicara Surabaya

i

(Ilustrasi) Bantuan alat kesehatan dari BIN (Badan Intelijen Negara) saat tiba di Balai Kota Surabaya, Selasa (02/06/2020) /dok. Bicara Surabaya


BicaraSurabaya.com – Indonesia akan menjadi tuan rumah forum kebencanaan dunia Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) pada tahun 2022 mendatang.

Forum ini bertujuan untuk meningkatkan upaya pengurangan risiko bencana melalui komunikasi dan koordinasi antara pemangku kepentingan.

“Juga untuk berbagi pengalaman dalam merumuskan panduan strategis untuk pelaksanaan kerangka kerja global pengurangan risiko bencana,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo seperti dilansir dari laman resmi setkab.go.id, Kamis (15/10/2020).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Doni menjelaskan, dalam forum ini akan dibahas mengenai bencana alam dan nonalam. Penanganan pandemi COVID-19, juga akan menjadi bahasan dalam forum dua tahunan yang digagas oleh Badan PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana atau United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) ini. Pandemi ini dikategorikan ke dalam klaster bencana nonalam.

Baca Juga:  Konsisten Bantu Tangani Covid-19, TKSK Surabaya Terima Penghargaan dari Gubernur

“Nanti tim panitia akan berkoordinasi dengan pihak UN (Perserikatan Bangsa-Bangsa) untuk membahas studi kasus negara mana yang diberikan kesempatan untuk menyampaikan langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan, sehingga memberikan suatu keberhasilan dalam mengendalikan wabah COVID-19 ini,” ujar Doni.

Ia menyeburt, ada empat klaster ancaman bencana yang akan dibahas pada forum tersebut. Yang pertama adalah ancaman bencana alam klaster geologi dan vulkanologi. “Gempa bumi dan gunung berapi itu masuk dalam klaster yang dikategorikan klaster pertama,” terangnya.

Baca Juga:  Pemkot Siapkan Relaksasi Usaha di Surabaya

Kemudian, klaster kedua adalah ancaman hidrometeorologi kering, yaitu kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. Sedangakan klaster ketiga adalah ancaman hidrometeorologi basah, yaitu banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, dan abrasi pantai.

“(Klaster) yang terakhir adalah ancaman bencana nonalam, seperti halnya sekarang yang kita hadapi, pandemi (Covid-19),” kata Doni.

Kepala BNPB ini juga menjelaskan,ndalam GDPRR ininpemerintah juga akan menyampaikan mengenai peran TNI/Polri dalam mengatasi bencana yang ada di Indonesia.

Baca Juga:  Varian Omicron Terdeteksi di Jatim, Khofifah Minta Masyarakat Tidak Panik

“Keterlibatan TNI/Polri dalam pelaksanaan penanganan bencana, operasi militer selain perang (military operation other than war), ternyata juga menjadi salah satu kekuatan kita,” ujarnya.

Selain menunjukkan pengakuan PBB terhadap Indonesia, kata Doni, forum ini juga menjadi sarana soft diplomacy Indonesia di kancah internasional.

“Juga tentunya untuk membangkitkan sektor pariwisata khususnya setelah (pandemi) COVID-19,” kata Doni. (BS02)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB