CCTV Dirusak Orang Tak Bertanggung Jawab, Data Pelaku Terdeteksi

- Publisher

Jumat, 9 Oktober 2020 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan gambar pelaku pengrusakan CCTV | Istimewa

i

Tangkapan gambar pelaku pengrusakan CCTV | Istimewa


BicaraSurabaya.com – Aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja yang berlangsung di depan Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo Surabaya pada Kamis (8/10/2020), rupanya dimanfaatkan sebagian orang untuk melakukan pengrusakan. Aksi vandalisme itu dilakukan dengan cara merusak beberapa fasilitas umum seperti CCTV yang ada di kawasan tersebut.

Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menyatakan, hasil pengamatan di lapangan ada beberapa fasilitas publik yang dirusak orang tak bertanggung jawab. Di antaranya, bola-bola pelindung pedestrian, rambu-rambu, tempat sampah, pot-pot bunga, barrier dan juga ada CCTV yang mengalami kerusakan.

Baca Juga:  Polisi Kejar Pelaku Perusakan CCTV di Kawasan Grahadi

“Hasil dari pantauan kami lewat rekaman CCTV itu ada unsur kesengajaan. Jadi para pelaku ini mengambil CCTV sepertinya terencana. Karena memang terlihat di gambar itu pola pergerakan mereka,” kata Febri kepada awak media, Jum’at (9/10/2020).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski begitu, Febri mengaku jika wajah pelaku pengrusakan CCTV itu dapat terekam jelas. Pihaknya pun langsung melaporkan data-data pelaku pengrusakan itu ke kepolisian.

“Alhamdulillah wajah dari pelaku CCTV itu dapat diketahui dan sudah kami sampaikan ke rekan-rekan kepolisian,” sebut dia.

Baca Juga:  Sejumlah Fasilitas Publik Dirusak Oknum Pendemo, Risma Turun Tangan

Menurut dia, CCTV yang ada di Surabaya telah dilengkapi face recognition atau kamera yang mampu mengenali wajah seseorang. Bahkan, kelebihan CCTV ini sudah terkoneksi dengan data kependudukan.

“CCTV di Surabaya ini sudah face recognition. Jadi kita sudah bisa tahu, sudah bisa kita analisis siapa itu pelakunya dari wajahnya. Dan data kependudukannya bisa diketahui juga,” tegas Febri. (BS02)

Berita Terkait

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB