Mahasiswa ITS Rancang Instalasi Pengolahan Limbah Laundry Berbasis 3R

- Publisher

Kamis, 8 Oktober 2020 - 21:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Desain luar laundry dengan dilengkapi IPAL | Humas ITS

i

Desain luar laundry dengan dilengkapi IPAL | Humas ITS


Bicarasurabaya.com – Tim Abdi Karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk laundry berbasis reuse, recycle, dan recovery (3R).

Ketua tim Abdi Karya, Cindy Synthia Putri mengungkapkan alasan merancang IPAL untuk lanudry berbasis 3R tersebut. Menurut dia, saat ini banyak usaha laundry yang tidak memiliki IPAL. Padahal, limbah ini mengandung ragam zat yang berbahaya jika dibuang sembarangan.

“Kandungan ini berasal dari campuran deterjen dan kotoran pada pakaian,” kata mahasiswa Departemen Teknik Lingkungan ini dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2020).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kandungan berbahaya dari limbah tersebut, antara lain adalah Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS), dan fosfat.

Baca Juga:  Kolaborasi ITS dan Alumni Hadirkan Sumur Wakaf di 10 Daerah Indonesia

Menurut Cindy, nilai BOD dan COD yang tinggi dapat menyebabkan defisit oksigen yang larut di air. Sementara itu, TSS mampu mengeruhkan air dan menghalangi cahaya matahari masuk. “Sedangkan, fosfat dapat mendegradasi kehidupan biota air dan meningkatkan unsur hara,” jelas dia.

Oleh karenanya, usaha laundry memerlukan unit pengolahan yang dapat mengurangi risiko pencemaran lingkungan tersebut. Desain IPAL rancangan Cindy dan tim ini bersifat portabel. Selain itu, IPAL ini memiliki ukuran yang sesuai dengan kesediaan ruangan laundry skala kecil. “Sehingga tidak akan memakan banyak tempat,” sambung mahasiswi angkatan 2016 ini.

Lebih dalam lagi, Cindy memaparkan, jika limbah keluaran alat ini akan dikumpulkan dahulu pada bak pengumpul. Selanjutnya, limbah akan disaring menggunakan pasir kali melalui proses filter biosand. Lalu, air olahan akan melalui dua kali proses adsorpsi karbon aktif menggunakan adsorben tempurung kelapa.

Baca Juga:  Dari Edible Plastic hingga Ecobricks, Warga Siwalankerto Berinovasi

“Terakhir, limbah yang telah diolah ini akan menjadi bersih dan dapat dikumpulkan ke dalam tandon air,” ujarnya.

Cindy menyebut, IPAL rancangan mereka semakin unggul berkat penerapan 3R. Prinsip recycle terlihat pada air olahannya yang dapat digunakan kembali untuk menyiram tanaman hidroponik, mencuci kendaraan, serta dapat dialirkan ulang ke unit pengolahan lagi. Selain itu, pasir kali yang mulai kotor akibat proses filter dapat digunakan kembali (reuse) setelah dicuci dengan air bersih.

“Sementara, adsorben jenuh yang dihasilkan dapat dimanfaatkan (recovery) sebagai pupuk,” sebut dia.

Baca Juga:  SNBP 2026: ITS Terima 1.716 Mahasiswa, Unair 2.506

Selain Cindy, anggota lainnya dalam tim Abdi Karya ITS ini adalah Nabila Putri R, Nandalita Alifia, dan Oktsyavitto Adhitya dari Departemen Teknik Lingkungan. Selain itu, ada pula Vaneti Kyash L dan Wahid Ramadhan S dari Departemen Arsitektur. Terakhir, ada Ifarrel Rachmanda H, mahasiswa Departemen Teknik Sipil.

Menariknya, IPAL rancangan tim Abdi Karya ITS ini telah berhasil meraih juara utama kategori USK Laundry dan Batik dalam lomba Desain Inovasi IPAL 2020, pada 18 September lalu. Pada kompetisi yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini. Tim Abdi Karya berhasil mengungguli 68 tim lain dari perguruan tinggi nasional dan luar negeri. (BS02)

Berita Terkait

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang
UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber
Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob
Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri
Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta
Abu Vulkanik Bisa Rusak Paru-paru, Ini Cara Melindunginya
Patahan Surabaya Viral, Pakar Geologi ITS: Belum Terverifikasi Aktif
Mahasiswa UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Wonorejo Perkuat Branding dan Pemasaran Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:21 WIB

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang

Selasa, 29 September 2026 - 09:15 WIB

UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber

Jumat, 25 September 2026 - 12:28 WIB

Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob

Kamis, 24 September 2026 - 07:03 WIB

Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri

Minggu, 20 September 2026 - 12:45 WIB

Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB