Dulu Penjahit Pakaian PSK, Kini Jadi Pengusaha Batik Beromzet Puluhan Juta

- Publisher

Rabu, 18 November 2020 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fitria Anggraeni Lestari, Ketua UKM Batik Jarak Arum /Ist

i

Fitria Anggraeni Lestari, Ketua UKM Batik Jarak Arum /Ist


Bicarasurabaya.com – Dengan bola mata berkaca-kaca, Fitria Anggraeni Lestari mengingat-ingat kembali masa-masa kelam ketika lokalisasi Dolly dan Jarak masih dibuka.

Perempuan berkerudung ini menceritakan pengalamannya saat masih menjadi penjahit pakaian untuk Pekerja Seks Komersial (PSK) di lokalisasi Dolly dan Jarak. Pendapatan yang didapat dalam satu bulan saat itu bisa mencapai Rp 5 – 10 juta.

Namun, semenjak lokalisasi Dolly-Jarak resmi ditutup oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada 2014 silam, Fitria harus beralih profesi pekerjaan untuk menyambung hidup keluarganya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan ditutup (lokalisasi, red) kan hasil saya mulai dari nol merintis lagi. Setelah Dolly-Jarak ditutup itu saya coba gojek, antar jemput anak sekolah,” kata Fitria saat ditemui di sentra UKM Dolly Saiki Point, Selasa (17/11/2020).

Meski harus merintis mulai dari nol, Fitri rupanya tak mudah menyerah. Dengan semangat ingin menyambung hidup yang lebih berkah, Fitri mencoba mengikuti pelatihan pemberdayaan ekonomi yang telah disiapkan Pemkot Surabaya.

Baca Juga:  Tutup Jalan untuk Hajatan Tanpa Izin di Surabaya Bisa Didenda Rp50 Juta

Pengalaman menjahit menjadi modal dasar bagi Fitria untuk belajar batik tulis. Dengan semangat tekun berlatih, rupanya Fitria memang memiliki bakat di bidang batik tulis. Melihat hal itu, Pemkot Surabaya mengajak Fitria bersama beberapa rekannya belajar langsung ke master batik tulis yang ada di Pekalongan, Jogjakarta hingga Solo untuk mengasah kemampuannya.

Alhasil, kini perempuan yang juga Ketua UKM Batik Jarak Arum itu menjadi salah satu pengusaha batik tulis yang ada di kawasan Putat Jaya Surabaya. Bahkan, saat ini Fitria telah memiliki beberapa pelanggan butik yang tersebar di luar Surabaya dan Jawa Timur yang siap menampung karya-karya batiknya itu. Penjualan Batik Jarak Arum ini pun bahkan telah memasuki pangsa ekspor ke luar negeri.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Siapkan Diklat Kebangsaan Bagi Kepala Dinas Usai Lelang Jabatan

“Saya juga ada pelanggan-pelanggan yang ada di Malang, Jakarta itu butik-butik. Selain itu saya juga ikut pameran-pameran di NTT (Nusa Tenggara Timur) dan Jakarta,” ungkap dia.

Saat ini, omzet batik tulis Fitria bisa dibilang mencapai sepuluh kali lipat dari hasil pendapatan dulu sebagai penjahit pakaian untuk PSK. Bahkan, karena seringkali mengikuti pameran yang diadakan Pemkot Surabaya, karya batik Fitria lolos seleksi pameran di Paris, Perancis pada 2018 lalu.

“Kemarin saya ikut seleksi pameran di Paris, alhamdulillah saya terpilih karya-karya saya dibawa ke Paris. Pernah saya mencapai omzet (penjualan batik, red) itu satu bulan hampir Rp 100 juta,” papar Fitria.

Selain lebih berkah, Fitria bisa dibilang sangat membantu perekonomian masyarakat sekitar terdampak penutupan eks lokalisasi Dolly-Jarak. Setidaknya ada 15 karyawan yang membantu usaha batik Fitria yang merupakan warga di sekitar. Bahkan, Fitria tak pelit ketika harus membagikan ilmunya kepada masyarakat yang ingin belajar batik kepadanya.

Baca Juga:  Eri Cahyadi-Armudji Unggul Versi Quick Count, Risma Bersyukur dan Berterimakasih ke Warga Surabaya

“Mungkin dulu saya jualan baju untuk pekerja malam hasilnya juga banyak, tapi kan katanya uang panas. Tapi kalau sekarang itu lebih barokah. Alhamdulillah bisa ikut membantu memberdayakan warga sekitar yang terdampak,” tutur Fitria.

Meski usaha batik tulisnya kini bisa dibilang sukses, namun Fitri tak akan pernah lupa terhadap sosok Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Bagi Fitria, wali kota perempuan pertama di Surabaya inilah yang telah membukakan jalan terang untuk hidup lebih berkah dan bermanfaat bagi sesama.

“Terima kasih kepada Wali Kota Surabaya, Bu Risma yang selalu mendampingi dan kasih support kepada kita, khususnya warga eks lokalisasi untuk terus semangat berkarya dan tak pantang mundur,” tandas Fitria sembari meneteskan air mata. (BS02)

Berita Terkait

Minim Ruang Bermain, Anak Makam Rangkah Belajar Menanam Harapan Lewat Toga
Majelis Salakan Diluncurkan, Alumni Annuqayah Perkuat Jejaring untuk Masa Depan Pesantren
Sentuhan Chef Syahril Warnai Iftar Eksklusif di Hotel Santika Premiere Gubeng Surabaya
Rayakan Lebaran Lebih Hangat, ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Hampers dan Paket Halal Bi Halal Istimewa
Mahasiswa UPN “Veteran” Jatim Sulap Lahan RW 02 Sidotopo Jadi Kebun TOGA Produktif
Belajar Toleransi Sejak Dini, Anak Panti Ulul Azmi Diajak Memahami Bhinneka Tunggal Ika
Live Cooking hingga Grand Prize: Iftar Spektakuler ARTOTEL TS Suites Surabaya Jadi Buruan Warga
Bernuansa Timur Tengah, Hotel Santika Premiere Surabaya Tawarkan 300 Menu Iftar

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 19:56 WIB

Minim Ruang Bermain, Anak Makam Rangkah Belajar Menanam Harapan Lewat Toga

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:21 WIB

Majelis Salakan Diluncurkan, Alumni Annuqayah Perkuat Jejaring untuk Masa Depan Pesantren

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:20 WIB

Sentuhan Chef Syahril Warnai Iftar Eksklusif di Hotel Santika Premiere Gubeng Surabaya

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:50 WIB

Rayakan Lebaran Lebih Hangat, ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Hampers dan Paket Halal Bi Halal Istimewa

Senin, 9 Maret 2026 - 15:38 WIB

Mahasiswa UPN “Veteran” Jatim Sulap Lahan RW 02 Sidotopo Jadi Kebun TOGA Produktif

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB