Dua Sesar Aktif Melintasi Surabaya, BPBD Gencarkan Edukasi Mitigasi Gempa

- Publisher

Kamis, 17 September 2026 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPBD Surabaya Latih Warga Hadapi Risiko Gempa dari Dua Sesar Aktif. (Foto: BPBD Surabaya)

i

BPBD Surabaya Latih Warga Hadapi Risiko Gempa dari Dua Sesar Aktif. (Foto: BPBD Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Pemkot Surabaya memperkuat mitigasi gempa setelah survei bersama ahli geologi mengidentifikasi dua sesar aktif dari sistem Sesar Kendeng yang melintasi wilayah Surabaya, yakni Patahan Surabaya dan Patahan Waru.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya kini menggencarkan edukasi dan latihan mitigasi, mulai dari anak usia dini hingga masyarakat umum.

“Mulai dari usia dini, dari PAUD hampir setiap hari kita latih, lalu ke sekolah-sekolah dari SD, SMP hingga SMA,” kata Kepala BPBD Surabaya Irvan Widyanto, Kamis (17/9/2026).

Edukasi tidak hanya menyasar sekolah. BPBD juga mendatangi pesantren, rumah sakit, gedung bertingkat hingga lingkungan masyarakat melalui Kampung Pancasila.

Materi latihan difokuskan pada langkah yang harus dilakukan saat gempa, termasuk mencari tempat berlindung, melindungi kepala dan leher, serta mengetahui titik kumpul.

Irvan mengimbau warga tidak panik dan berlari sembarangan ketika gempa terjadi. Menurutnya, warga perlu segera mencari perlindungan di tempat yang aman.

Dua Sesar Aktif

Pakar geologi Dr Ir Amien Widodo menjelaskan dua sesar tersebut merupakan jenis patahan naik (thrust fault). Aktivitasnya ditandai dorongan dari bawah permukaan yang secara perlahan mengangkat lapisan tanah.

Baca Juga:  P3RT di Surabaya Disorot, Pekerja Disebut Dibebani Denda dan Biaya Penampungan

“Patahan Surabaya menyebabkan munculnya perbukitan yang memanjang dari kawasan Wonokitri, Mayjen Sungkono hingga Cerme,” jelas Amien.

Sementara Patahan Waru disebut membentuk jalur perbukitan dari kawasan Karangpilang dan memanjang ke arah barat.

Survei tersebut juga mencatat adanya pergerakan pada kedua patahan. Patahan Surabaya disebut bergerak sekitar 4 sentimeter per tahun, sedangkan Patahan Waru sekitar 3 sentimeter per tahun.

Aktivitas kedua sesar juga menghasilkan gempa-gempa mikro dengan magnitudo sekitar 1 hingga 3. Getarannya umumnya kecil dan tidak dirasakan masyarakat.

Baca Juga:  Emas Antam Menguat Rp 5.000 Jadi Rp 2,814 Juta/Gram, Buyback Ikut Naik

Meski demikian, pemantauan aktivitas sesar dinilai penting. Pemkot Surabaya berencana memasang sejumlah seismograf di sekitar jalur patahan dan wilayah kota.

“Pemasangan seismograf diperlukan untuk memonitor pergerakan sesar secara real-time,” kata Amien.

Dengan pemantauan tersebut, aktivitas sesar dapat terus diamati sehingga langkah kewaspadaan dan mitigasi bisa disiapkan jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. (BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB