BGN Copot Kepala SPPG Kalitengah Sidoarjo Usai 748 Orang Keracunan MBG

- Publisher

Jumat, 4 September 2026 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BGN Copot Kepala SPPG Kalitengah Sidoarjo Usai Keracunan MBG. (Foto: Ist)

i

BGN Copot Kepala SPPG Kalitengah Sidoarjo Usai Keracunan MBG. (Foto: Ist)

Bicarasurabaya.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Sidoarjo, Rafli Ridho, setelah insiden keracunan massal yang diduga berkaitan dengan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pencopotan dilakukan setelah BGN menelusuri kasus yang berdampak pada ratusan penerima MBG. Selain mencopot kepala dapur, BGN sebelumnya menjatuhkan sanksi suspend berat selama 30 hari kepada SPPG Kalitengah dan menghentikan sementara operasional dapur.

Wakil Kepala BGN Trenggono mengatakan Rafli dicopot karena dinilai lalai dan tidak menjalankan standar operasional prosedur (SOP).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dia sudah tidak bisa lagi menangani dapur karena kelalaian ataupun ketidakpatuhan terhadap SOP. Itu tanggung jawab kepala dapur,” kata Trenggono di Sidoarjo, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga:  DPRD Surabaya Usul Trase Tol Tengah Kota Digeser ke Timur

Kepala BGN Sudaryono sebelumnya mengungkap adanya persoalan dalam distribusi makanan MBG dari SPPG Kalitengah.

Menurut dia, makanan telah selesai dimasak sekitar pukul 05.00 WIB. Makanan seharusnya dikonsumsi pada pagi hari, tetapi dalam praktiknya baru dikirim ke sekolah sekitar pukul 11.30-11.40 WIB dan dikonsumsi setelah pukul 12.00 WIB.

Keterlambatan tersebut menjadi salah satu fokus penelusuran BGN terkait insiden keracunan.

Sudaryono bahkan menyebut temuan tersebut sebagai kelalaian yang disengaja karena distribusi makanan tidak sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Baca Juga:  Ruang Arsip Polres KP3 Surabaya Terbakar, Diduga Korsleting AC

“Ini kelalaian yang disengaja. Saya ulangi, ini kelalaian yang disengaja,” tegas Sudaryono.

Trenggono mengatakan BGN masih memberikan sanksi kepada SPPG dan kepala dapur. Sementara itu, pemilik dapur belum dikenai sanksi.

Jika dalam evaluasi ditemukan pelanggaran SOP kembali dilakukan secara sengaja, BGN membuka kemungkinan menjatuhkan sanksi lebih berat hingga penghentian operasional secara permanen.

Kasus ini bermula setelah ratusan santri dan santriwati Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG pada Selasa (1/9/2026).

Sejumlah pelajar dari sekolah lain yang menerima makanan dari SPPG Kalitengah juga dilaporkan mengalami keluhan serupa.

Baca Juga:  SD-SMP Negeri di Surabaya Dilarang Jual Seragam, Batik dan Olahraga Diseragamkan

Para korban mengalami gejala seperti pusing, lemas, dan mual. Mereka kemudian mendapat penanganan di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo.

Hingga Jumat (4/9/2026) pukul 08.00 WIB, tercatat 748 orang terdampak dalam insiden tersebut. Sebanyak 20 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan 728 lainnya telah diperbolehkan pulang.

Sebelum dicopot, Rafli sempat menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.

“Mohon maaf ya, saya menyesal,” kata Rafli kepada wartawan, Rabu (3/9/2026).

BGN masih melakukan penelusuran untuk memastikan rangkaian kejadian dan faktor yang menyebabkan para penerima MBG mengalami gangguan kesehatan. (BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB