Wacana WFH ASN, Wali Kota Eri Cahyadi: Kami Menunggu dari Presiden

- Publisher

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkot Surabaya memastikan menunggu arahan dari Istana terkait rencana Work From Home (WFH). (Foto: dok Diskominfo Surabaya)

i

Pemkot Surabaya memastikan menunggu arahan dari Istana terkait rencana Work From Home (WFH). (Foto: dok Diskominfo Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah pusat tengah mengkaji kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) dengan skema satu hari kerja dari rumah setiap pekan. Kebijakan ini ditujukan untuk efisiensi energi, mengurangi kemacetan, dan tetap menjaga produktivitas.

Menanggapi wacana tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pihaknya masih menunggu arahan resmi dari Presiden Prabowo Subianto.

“Untuk WFH, kami masih menunggu arahan dari Presiden,” ujar Eri dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).

Eri menjelaskan, Pemkot Surabaya selama ini tidak menerapkan skema WFH. Sebagai gantinya, konsep yang digunakan adalah work from anywhere (WFA), dengan pendekatan pelayanan langsung ke masyarakat melalui Balai RW.

Menurutnya, pegawai tidak harus bekerja dari kantor pusat, melainkan ditempatkan lebih dekat dengan warga.

“Di Surabaya bukan WFH, tapi WFA. Pegawai itu bekerja di Balai RW agar lebih dekat dengan masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga:  Hari Pahlawan, Eri Dorong Pemuda Surabaya Berjuang dengan Cara Baru

Secara administratif, kantor ASN tetap berada di Balai Kota Surabaya. Namun dalam praktiknya, pelayanan publik tersebar di berbagai titik lingkungan warga.

“Kantornya tetap di balai kota, tapi kerjanya di Balai RW,” tegas Eri.

Ia menilai konsep WFA membuat pelayanan lebih efektif sekaligus mendukung efisiensi, termasuk penghematan bahan bakar minyak (BBM).

Eri menambahkan, Pemkot Surabaya juga menyiapkan alternatif kebijakan lain untuk menekan penggunaan BBM, salah satunya dengan mendorong ASN menggunakan transportasi umum.

Baca Juga:  Malam Ini Festival Rujak Uleg Surabaya Digelar, Catat Lokasi Parkirnya

“Nanti bisa saja satu hari pegawai tidak boleh pakai kendaraan pribadi dan wajib naik transportasi umum,” ungkapnya.

Meski demikian, kebijakan final tetap menunggu keputusan pemerintah pusat terkait penerapan WFH bagi ASN secara nasional.(BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB