Ratusan Santri Keracunan MBG, BBPOM Periksa Dapur Penyedia

- Publisher

Kamis, 3 September 2026 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BBPOM Surabaya Investigasi Keracunan Ratusan Santri Sidoarjo. (Foto: dok BBPOM)

i

BBPOM Surabaya Investigasi Keracunan Ratusan Santri Sidoarjo. (Foto: dok BBPOM)

Bicarasurabaya.com — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya turun menyelidiki kasus dugaan keracunan yang dialami ratusan santri Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tim BBPOM memeriksa langsung dapur penyedia makanan hingga menelusuri rantai pasok menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Investigasi dilakukan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Rabu (2/9). Dari lokasi tersebut, tim mengumpulkan informasi dan sampel untuk mencari penyebab gangguan kesehatan yang dialami para santri.

Kepala BBPOM di Surabaya Yudi Noviandi mengatakan pemeriksaan dilakukan bersama dinas terkait di Kabupaten Sidoarjo.

“Saat ini tim dari BBPOM Surabaya sedang turun ke lokasi SPPG untuk berkoordinasi dan berkolaborasi dengan dinas terkait di Kabupaten Sidoarjo demi menggali informasi selengkap-lengkapnya,” kata Yudi dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).

Menurut Yudi, banyaknya santri yang mengalami gejala serupa membuat penelusuran perlu dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan tidak hanya diarahkan pada makanan yang dikonsumsi, tetapi juga proses penyiapan hingga distribusinya.

“Intinya saat ini tim turun untuk menggali informasi lebih lengkap, guna menetapkan apa penyebab dari peristiwa keracunan pangan ini sampai terjadi,” ujarnya.

Baca Juga:  Diduga Korsleting Aki, Grand Livina Terbakar

BBPOM juga memastikan hasil investigasi akan menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi dalam pelaksanaan program MBG.

Kasus tersebut bermula ketika sejumlah santri mengeluhkan sakit kepala, pusing, dan mual setelah melaksanakan salat Ashar. Memasuki waktu Magrib, jumlah santri dengan keluhan serupa bertambah hingga mencapai ratusan orang.

Para santri kemudian dievakuasi secara bertahap menggunakan ambulans dan kendaraan operasional ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan.

Menu MBG yang dikonsumsi para santri pada sore itu terdiri atas nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis dan baby corn, serta buah apel.

Baca Juga:  BBM Nonsubsidi Naik, Dexlite Tembus Rp 26.000/Liter

Namun, hingga kini belum ada kesimpulan mengenai makanan atau bahan tertentu yang menjadi sumber gangguan kesehatan tersebut.

BBPOM dan Dinas Kesehatan masih melakukan pengujian terhadap sampel makanan yang dikumpulkan. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi salah satu dasar untuk menentukan penyebab kasus tersebut.

Selain mengungkap sumber masalah, pemeriksaan juga diarahkan untuk memastikan keamanan proses penyediaan makanan MBG agar kasus serupa tidak kembali terjadi. (BS/za)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB