Bicarasurabaya.com — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya turun menyelidiki kasus dugaan keracunan yang dialami ratusan santri Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tim BBPOM memeriksa langsung dapur penyedia makanan hingga menelusuri rantai pasok menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Investigasi dilakukan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Rabu (2/9). Dari lokasi tersebut, tim mengumpulkan informasi dan sampel untuk mencari penyebab gangguan kesehatan yang dialami para santri.
Kepala BBPOM di Surabaya Yudi Noviandi mengatakan pemeriksaan dilakukan bersama dinas terkait di Kabupaten Sidoarjo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saat ini tim dari BBPOM Surabaya sedang turun ke lokasi SPPG untuk berkoordinasi dan berkolaborasi dengan dinas terkait di Kabupaten Sidoarjo demi menggali informasi selengkap-lengkapnya,” kata Yudi dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).
Menurut Yudi, banyaknya santri yang mengalami gejala serupa membuat penelusuran perlu dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan tidak hanya diarahkan pada makanan yang dikonsumsi, tetapi juga proses penyiapan hingga distribusinya.
“Intinya saat ini tim turun untuk menggali informasi lebih lengkap, guna menetapkan apa penyebab dari peristiwa keracunan pangan ini sampai terjadi,” ujarnya.
BBPOM juga memastikan hasil investigasi akan menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi dalam pelaksanaan program MBG.
Kasus tersebut bermula ketika sejumlah santri mengeluhkan sakit kepala, pusing, dan mual setelah melaksanakan salat Ashar. Memasuki waktu Magrib, jumlah santri dengan keluhan serupa bertambah hingga mencapai ratusan orang.
Para santri kemudian dievakuasi secara bertahap menggunakan ambulans dan kendaraan operasional ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan.
Menu MBG yang dikonsumsi para santri pada sore itu terdiri atas nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis dan baby corn, serta buah apel.
Namun, hingga kini belum ada kesimpulan mengenai makanan atau bahan tertentu yang menjadi sumber gangguan kesehatan tersebut.
BBPOM dan Dinas Kesehatan masih melakukan pengujian terhadap sampel makanan yang dikumpulkan. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi salah satu dasar untuk menentukan penyebab kasus tersebut.
Selain mengungkap sumber masalah, pemeriksaan juga diarahkan untuk memastikan keamanan proses penyediaan makanan MBG agar kasus serupa tidak kembali terjadi. (BS/za)









