Bicarasurabaya.com – RSUD Eka Candrarini Surabaya membantah limbah medis berupa jarum suntik yang ditemukan dan ramai di media sosial berasal dari rumah sakit tersebut. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya masih menelusuri asal limbah itu.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya dr Billy Daniel Messakh mengatakan pengelolaan limbah medis di RSUD Eka Candrarini selama ini dilakukan sesuai prosedur. Limbah medis, termasuk limbah tajam, dikelola melalui kerja sama dengan PT Wastec International.
Pengangkutan limbah juga dicatat secara elektronik melalui sistem Festronik Kementerian Lingkungan Hidup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Billy menjelaskan jarum suntik bekas di RSUD Eka Candrarini tidak dibuang dalam kondisi masih menyatu dengan alat suntiknya. Jarum dilepas dan langsung dimasukkan ke wadah khusus untuk mencegah risiko tertusuk.
“Limbah medis (jarum suntik) itu tidak mungkin jarum dan disposibelnya jadi satu. Setelah suntik, jarum kita lepas, masuk ke kotak kuning untuk menghindari orang tertusuk jarum,” kata Billy dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).
Karena itu, Billy memastikan sementara ini temuan limbah tersebut tidak berkaitan dengan RSUD Eka Candrarini. Dinkes, pihak rumah sakit, dan DLH Surabaya turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
“Iya (bukan). Sementara ini saya turun ke RSUD EC sama Dinkes,” tegasnya.
Billy juga menyoroti merek spuit yang ditemukan. Menurutnya, merek tersebut tidak digunakan maupun pernah dibeli oleh RSUD Eka Candrarini.
“Bukan milik RSUD EC karena tidak pernah pengadaan dengan merek tersebut,” ujarnya.
Direktur Utama RSUD Eka Candrarini dr Listyorini Rarasingtyas menegaskan hal serupa. Dia mengatakan seluruh limbah medis rumah sakit, termasuk limbah tajam, dikelola melalui PT Wastec International.
Setiap proses pengambilan limbah dilakukan secara berkala dan terdokumentasi, mulai dari penimbangan hingga pengangkutan. Limbah tersebut juga dilaporkan melalui manifes.
“Setiap kotak limbah tajam itu nanti ditimbang, kemudian dibawa oleh PT Wastec International. Kita tidak pernah membuang limbah medis di luar,” kata Listyorini.
Dia menjelaskan jarum suntik bekas langsung dimasukkan ke dalam safety box dan tidak dilakukan recapping atau penutupan kembali.
Sementara soal adanya kertas bertuliskan RSUD Eka Candrarini di lokasi temuan, Listyorini menyebutnya sebagai bagian dari bungkus obat rawat jalan.
RSUD Eka Candrarini, kata dia, kini menggunakan kantong kertas berlogo rumah sakit untuk membawa obat pasien. Kertas yang ditemukan diduga merupakan sobekan dari kantong tersebut.
“Memang diberikan kantong kertas berlogo RSUD EC yang berisi obat. Itu yang kami lihat adalah sobekan dari bungkus kantong obat itu,” jelasnya.
Listyorini kembali memastikan pengelolaan limbah medis rumah sakit dilakukan melalui pihak ketiga sesuai prosedur. RSUD Eka Candrarini juga berkoordinasi dengan DLH Surabaya, Dinkes Surabaya, dan DLH Sidoarjo untuk menelusuri temuan tersebut. (BS/za)











