RSUD Eka Candrarini Bantah Limbah Jarum Suntik yang Ditemukan di Sidoarjo

- Publisher

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

i

(Foto: Istimewa)

Bicarasurabaya.com – RSUD Eka Candrarini Surabaya membantah limbah medis berupa jarum suntik yang ditemukan dan ramai di media sosial berasal dari rumah sakit tersebut. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya masih menelusuri asal limbah itu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya dr Billy Daniel Messakh mengatakan pengelolaan limbah medis di RSUD Eka Candrarini selama ini dilakukan sesuai prosedur. Limbah medis, termasuk limbah tajam, dikelola melalui kerja sama dengan PT Wastec International.

Pengangkutan limbah juga dicatat secara elektronik melalui sistem Festronik Kementerian Lingkungan Hidup.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Billy menjelaskan jarum suntik bekas di RSUD Eka Candrarini tidak dibuang dalam kondisi masih menyatu dengan alat suntiknya. Jarum dilepas dan langsung dimasukkan ke wadah khusus untuk mencegah risiko tertusuk.

Baca Juga:  Wisata Baru Bromo, Jembatan Kaca Dibuka Saat Libur Sekolah

“Limbah medis (jarum suntik) itu tidak mungkin jarum dan disposibelnya jadi satu. Setelah suntik, jarum kita lepas, masuk ke kotak kuning untuk menghindari orang tertusuk jarum,” kata Billy dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).

Karena itu, Billy memastikan sementara ini temuan limbah tersebut tidak berkaitan dengan RSUD Eka Candrarini. Dinkes, pihak rumah sakit, dan DLH Surabaya turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

“Iya (bukan). Sementara ini saya turun ke RSUD EC sama Dinkes,” tegasnya.

Billy juga menyoroti merek spuit yang ditemukan. Menurutnya, merek tersebut tidak digunakan maupun pernah dibeli oleh RSUD Eka Candrarini.

Baca Juga:  Tol Prosiwangi Dibuka Gratis 14 Hari, Ini Tarif Setelahnya

“Bukan milik RSUD EC karena tidak pernah pengadaan dengan merek tersebut,” ujarnya.

Direktur Utama RSUD Eka Candrarini dr Listyorini Rarasingtyas menegaskan hal serupa. Dia mengatakan seluruh limbah medis rumah sakit, termasuk limbah tajam, dikelola melalui PT Wastec International.

Setiap proses pengambilan limbah dilakukan secara berkala dan terdokumentasi, mulai dari penimbangan hingga pengangkutan. Limbah tersebut juga dilaporkan melalui manifes.

“Setiap kotak limbah tajam itu nanti ditimbang, kemudian dibawa oleh PT Wastec International. Kita tidak pernah membuang limbah medis di luar,” kata Listyorini.

Dia menjelaskan jarum suntik bekas langsung dimasukkan ke dalam safety box dan tidak dilakukan recapping atau penutupan kembali.

Baca Juga:  Wujudkan Surabaya Kota Dunia, Pemkot dan DPRD Sepakati RPJMD 2025-2029

Sementara soal adanya kertas bertuliskan RSUD Eka Candrarini di lokasi temuan, Listyorini menyebutnya sebagai bagian dari bungkus obat rawat jalan.

RSUD Eka Candrarini, kata dia, kini menggunakan kantong kertas berlogo rumah sakit untuk membawa obat pasien. Kertas yang ditemukan diduga merupakan sobekan dari kantong tersebut.

“Memang diberikan kantong kertas berlogo RSUD EC yang berisi obat. Itu yang kami lihat adalah sobekan dari bungkus kantong obat itu,” jelasnya.

Listyorini kembali memastikan pengelolaan limbah medis rumah sakit dilakukan melalui pihak ketiga sesuai prosedur. RSUD Eka Candrarini juga berkoordinasi dengan DLH Surabaya, Dinkes Surabaya, dan DLH Sidoarjo untuk menelusuri temuan tersebut. (BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB