Hari Pramuka, Khofifah Ajak Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan

- Publisher

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok Humas Pemprov Jatim

i

Foto: dok Humas Pemprov Jatim

Bicarasurabaya.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Gerakan Pramuka mengambil peran lebih besar dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. Menurutnya, generasi muda menjadi kunci menjaga keberlanjutan sektor pertanian menuju Indonesia Emas 2045.

Ajakan itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Pramuka ke-65, Jumat (14/8/2026), yang mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Khofifah mengatakan, swasembada pangan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga menyangkut kemandirian dan kedaulatan bangsa. Karena itu, keterlibatan Pramuka dinilai penting mengingat organisasi tersebut memiliki jaringan hingga tingkat desa dan berperan dalam membentuk karakter generasi muda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gerakan Pramuka memiliki kekuatan hingga akar rumput. Potensi ini perlu disinergikan untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong swasembada pangan nasional,” kata Khofifah.

Baca Juga:  Satgas Premanisme dan Mafia Tanah Dibentuk, Warga Surabaya Diminta Berani Melapor

Ia menilai kontribusi Pramuka tidak harus dimulai dari program besar. Langkah sederhana seperti memanfaatkan lahan pekarangan, mengembangkan kebun pangan, mengenalkan pertanian kepada anak muda, mengurangi pemborosan makanan, hingga menjaga kelestarian lingkungan sudah menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan.

Menurut Khofifah, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu penyangga pangan nasional. Selain menjadi daerah dengan produksi padi terbesar, Jatim juga menjadi tulang punggung industri gula nasional.

Di sektor pergulaan, Jawa Timur menyumbang sekitar 51 persen produksi gula nasional. Pada 2025, produksi gula kristal putih mencapai sekitar 1,34 juta ton, tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Baca Juga:  Fasad Toko Nam Bukan Bangunan Asli, TACB: Bukan Cagar Budaya

Tahun ini, Jawa Timur juga mendapat mandat melaksanakan Program Bongkar Ratoon seluas 48.315 hektare dan Program Perluasan Areal Tebu seluas 6.582 hektare. Total pengembangan tebu mencapai 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.

Tak hanya itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi Jawa Timur sepanjang 2025 mencapai sekitar 1,84 juta hektare, naik 13,88 persen dibanding tahun sebelumnya.

Produksi padi juga meningkat menjadi sekitar 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara sekitar 6,03 juta ton beras untuk konsumsi masyarakat.

Meski demikian, Khofifah mengingatkan keberhasilan tersebut harus dibarengi regenerasi petani. Ia menilai Gerakan Pramuka dapat menjadi wadah untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian yang kini semakin modern.

Baca Juga:  Kebakaran Minim, Evakuasi Justru Mendominasi Selama Lebaran

“Pertanian hari ini bukan hanya soal mencangkul dan menanam, tetapi juga teknologi, inovasi, digitalisasi, hingga kewirausahaan. Di sinilah Pramuka bisa mengambil peran strategis,” ujarnya.

Menurut Khofifah, tantangan seperti perubahan iklim, ancaman krisis pangan, hingga perkembangan teknologi menuntut lahirnya generasi yang adaptif sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan bangsa.

Menutup pesannya pada Hari Pramuka ke-65, Khofifah mengapresiasi seluruh jajaran Gerakan Pramuka di Jawa Timur yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap semangat Pramuka terus melahirkan generasi tangguh yang mampu menjadi agen perubahan, termasuk dalam menjaga ketahanan pangan nasional. (BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB