Kebakaran Hutan Baluran Meluas, 838 Hektare Lahan Terbakar

- Publisher

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: dok/Istimewa)

i

Ilustrasi (Foto: dok/Istimewa)

Bicarasurabaya.com – Kebakaran hutan melanda kawasan Taman Nasional Baluran, Jawa Timur, seiring musim kemarau yang mulai mengeringkan vegetasi. Hingga Rabu (29/7/2026), luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 838 hektare.

Kepala Seksi Bagian Umum Taman Nasional Baluran, Joko Mulyo, mengatakan area yang terbakar didominasi vegetasi kering sehingga api cepat merambat saat muncul titik api.

“Lokasi yang terpantau terjadi kebakaran berada di Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Watunumpuk, Parengan, Labuan Merak, Bekol, dan Bajulmati,” kata Joko, Rabu (29/7/2026).

Menurut Joko, kebakaran pertama kali terjadi di kawasan utara Baluran. Wilayah tersebut lebih dulu mengalami kekeringan karena terdampak angin timur dari Australia yang bertiup selama musim kemarau, sehingga kelembapan udara turun dan vegetasi lebih cepat mengering.

“Wilayah utara lebih dahulu mengalami kekeringan sehingga vegetasi menjadi sangat mudah terbakar,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kebakaran meluas, Balai Taman Nasional Baluran menyiagakan tim khusus pengendalian kebakaran hutan di kawasan Bekol dan Bitakol. Petugas melakukan pemantauan langsung di lapangan serta memanfaatkan kamera CCTV untuk mendeteksi titik api.

Baca Juga:  130 Ribu Tiket KA Lebaran 2026 Daop 8 Surabaya Masih Tersedia

“Sistem kami melakukan pemantauan langsung dan melalui CCTV. Begitu ada titik api, petugas langsung bergerak ke lokasi,” jelas Joko.

Selain memperkuat pengawasan, pengelola Taman Nasional Baluran juga mengimbau wisatawan maupun warga sekitar tidak menyalakan api di kawasan hutan, membakar sampah, atau membuang puntung rokok sembarangan selama musim kemarau.

Musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober membuat risiko kebakaran hutan meningkat. Karena itu, pengelola berharap masyarakat turut berperan mencegah munculnya titik api agar kebakaran tidak semakin meluas di kawasan konservasi yang dikenal sebagai “Africa van Java” tersebut. (BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB