MPLS di Surabaya Tetap Berjalan Meski Dua Sekolah Dilanda Rob

- Publisher

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

i

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Bicarasurabaya.com – Banjir rob sempat menggenangi dua sekolah di kawasan pesisir Surabaya pada awal pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Meski demikian, proses MPLS tetap berlangsung normal setelah genangan cepat ditangani.

Dua sekolah yang terdampak berada di kawasan Romokalisari dan Kalianak. Begitu menerima laporan kenaikan air laut, Pemkot Surabaya langsung mengerahkan armada penyedot air melalui koordinasi Dispendik, Damkar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta pemerintah kecamatan dan kelurahan.

Kepala Dispendik Surabaya, Febrina Kusumawati, mengatakan penanganan banjir rob di lingkungan sekolah telah menjadi prosedur yang rutin dijalankan saat air laut pasang.

“Begitu air mulai naik, petugas langsung bergerak. Armada Damkar dan DLH kami kerahkan agar genangan cepat surut dan tidak mengganggu kegiatan belajar,” kata Febrina, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, banjir rob di Surabaya umumnya hanya berlangsung sekitar satu hingga dua jam. Namun, Pemkot memilih melakukan penyedotan sejak awal agar air tidak semakin tinggi.

Di sekolah negeri kawasan Romokalisari, genangan hanya terjadi di halaman sekolah sehingga tidak mengganggu ruang kelas. Sementara di sekolah swasta di Kalianak, air sempat mencapai sekitar mata kaki sebelum akhirnya surut sekitar satu hingga satu setengah jam setelah dilakukan penyedotan.

Baca Juga:  JATIM HUB Resmi Beroperasi, Perkuat Ekspor dan Logistik Jawa Timur

Febrina memastikan informasi yang menyebut siswa dipulangkan akibat rob tidak benar. Seluruh rangkaian MPLS tetap berlangsung sesuai jadwal tanpa ada kegiatan yang dibatalkan.

“Tidak ada siswa yang dipulangkan karena rob. MPLS tetap berjalan seperti biasa,” tegasnya.

Ia menambahkan, penanganan dilakukan tanpa membedakan sekolah negeri maupun swasta. Seluruh sekolah yang berada di kawasan rawan rob menjadi prioritas agar aktivitas belajar tetap aman dan nyaman.

Untuk penanganan jangka panjang, khususnya di sekolah swasta kawasan Kalianak, perubahan konstruksi bangunan masih memerlukan kajian karena menyesuaikan kondisi masing-masing sekolah dan yayasan pengelola. Sementara itu, fokus utama saat ini adalah memastikan respons cepat di lapangan sehingga genangan segera surut dan kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. (BS/za) 

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB