Tak Responsif, Eri Ancam Copot Camat dan Lurah

- Publisher

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eri Bidik Camat-Lurah Tak Responsif, Inspektorat Turun Tangan. (Foto: dok Diskominfo Surabaya)

i

Eri Bidik Camat-Lurah Tak Responsif, Inspektorat Turun Tangan. (Foto: dok Diskominfo Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberi peringatan keras kepada camat dan lurah agar lebih sigap menangani persoalan warga. Bahkan, Eri mengancam mencopot pejabat yang dinilai tidak responsif setelah hasil pemeriksaan Inspektorat keluar.

Menurutnya, pejabat birokrasi adalah pelayan masyarakat yang harus hadir setiap kali warga membutuhkan, bukan sekadar menikmati jabatan.

Pesan itu muncul setelah Eri melakukan inspeksi mendadak (sidak) hingga dini hari dan menemukan sejumlah persoalan di lapangan yang dinilai tidak ditangani optimal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jabatan struktural ini bukan untuk tidur nyenyak di malam hari. Ketika mengambil jabatan ini, waktu, jiwa, dan pemikiran harus didedikasikan penuh untuk warga Surabaya,” tegas Eri, Sabtu (27/6/2026).

Baca Juga:  Wali Kota Eri Geram Mural Gubeng Pojok Dirusak: Hukumannya Harus Berat

Dalam evaluasinya, Eri menyoroti tiga kecamatan, yakni Sukomanunggal, Semampir, dan Sawahan.

Di Kecamatan Sukomanunggal, ia menemukan persoalan pasar tumpah dan sampah yang menumpuk di saluran. Di Kecamatan Semampir, Eri menyoroti tidak hadirnya camat dan lurah saat terjadi kemacetan parah di kawasan pasar. Sementara di kawasan Blauran, Kecamatan Sawahan, ia masih menemukan parkir liar yang dibiarkan.

Atas temuan tersebut, Eri langsung menginstruksikan Inspektorat Surabaya melakukan pemeriksaan khusus terhadap camat dan lurah di tiga kecamatan tersebut.

“Saya instruksikan Inspektorat untuk memeriksa mereka. Kalau rekomendasinya diturunkan atau dicopot dari jabatannya, ya langsung saya copot,” katanya.

Baca Juga:  Surabaya Hari Ini, Hujan Ringan Dengan Suhu Lebih Sejuk dari Biasanya

Tak hanya tiga kecamatan itu, Eri mengungkapkan masih ada sekitar tiga hingga lima pejabat wilayah lain yang juga akan diperiksa. Alasannya, mereka tidak dapat dihubungi saat dirinya melakukan sidak.

“Ada kejadian di lapangan, saya telepon dan panggil, mereka tidak ada. Yang tiga kecamatan tadi masih datang meski belum memberi solusi. Tapi yang ini dipanggil saja tidak ada,” ujarnya.

Selain menyoroti kinerja aparatur wilayah, Eri juga meminta seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi dalam menjaga fasilitas umum. Ia mencontohkan pedestrian yang kembali rusak akibat dijadikan lokasi parkir liar.

Menurutnya, setelah penertiban dilakukan, kelurahan, kecamatan, Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP harus bersama-sama melakukan pengawasan selama 24 jam dalam kurun empat hingga lima bulan agar pelanggaran tidak terulang.

Baca Juga:  Gegana Diterjunkan ke Sumenep, Selidiki Temuan Diduga Torpedo

“Pedestrian dibangun dari uang rakyat. Jangan dibiarkan rusak lalu diperbaiki lagi dengan anggaran yang sama. Lebih baik anggaran itu digunakan untuk sekolah gratis dan layanan kesehatan warga,” ujarnya.

Di akhir arahannya, Eri menegaskan seluruh pejabat yang baru dilantik akan menjalani evaluasi menyeluruh dalam enam bulan ke depan. Pejabat yang tidak mampu mencapai target diminta siap mengundurkan diri.

“Kota ini akan berjalan baik kalau birokrasinya bekerja sebagai satu keluarga besar, bukan mementingkan ego dinas masing-masing,” pungkasnya.(BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB