Bicarasurabaya.com – Transformasi besar tengah dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya. Tidak lagi hanya berfokus pada penanganan banjir, kebakaran, atau bencana alam berskala besar, BPBD Surabaya kini diarahkan menjadi pusat layanan kedaruratan kota modern yang mampu merespons hampir seluruh kejadian darurat masyarakat secara cepat, terintegrasi, dan berbasis teknologi.
Perubahan tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Surabaya menuju kota dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan. Dalam konsep baru itu, BPBD tidak hanya hadir ketika bencana terjadi, tetapi menjadi sistem perlindungan kota yang aktif menjaga keselamatan warga selama 24 jam.
Kepala BPBD Surabaya, Irvan Widyanto, mengatakan transformasi tersebut merupakan bagian dari adaptasi menghadapi tantangan kota modern yang semakin kompleks.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“BPBD saat ini bukan hanya bicara banjir atau kebakaran. Kami ingin hadir dalam setiap kondisi darurat yang dialami warga. Mulai kecelakaan, pohon tumbang, evakuasi warga, kondisi medis darurat, sampai persoalan sosial masyarakat. Semua harus bisa ditangani cepat dan terintegrasi,” kata Irvan saat ditemui bicarasurabaya.com, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, ke depan BPBD Surabaya akan diperkuat sebagai command center kedaruratan perkotaan yang terkoneksi dengan berbagai sistem digital kota. Mulai CCTV berbasis artificial intelligence (AI), sensor cuaca dan banjir, pemantauan lalu lintas real time, hingga integrasi laporan warga melalui layanan Command Center 112.
Dengan sistem tersebut, laporan masyarakat nantinya dapat dipetakan secara otomatis berdasarkan tingkat kedaruratan, titik lokasi, hingga kebutuhan personel dan armada di lapangan. Respons penanganan pun ditargetkan semakin cepat dan presisi.
Tidak hanya menangani bencana besar, BPBD Surabaya kini memperluas cakupan layanan terhadap berbagai kejadian darurat masyarakat. Mulai kecelakaan lalu lintas, pohon tumbang, bangunan rawan roboh, evakuasi hewan liar, orang hilang, darurat medis, hingga pendampingan psikososial bagi warga terdampak.
Irvan menegaskan transformasi tersebut juga diperkuat melalui pendekatan sosial kemasyarakatan. Salah satunya lewat sinergi BPBD dengan program Kampung Pancasila yang selama ini menjadi ruang penguatan gotong royong, ketahanan sosial, dan kepedulian warga di tingkat kampung.
Dalam program tersebut, Irvan juga dipercaya sebagai Ketua Satgas Kampung Pancasila Kota Surabaya. Menurutnya, keberadaan Kampung Pancasila memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi berbagai potensi krisis perkotaan.
“Kampung Pancasila bukan hanya bicara ideologi, tetapi bagaimana membangun solidaritas warga, kepedulian sosial, dan kesiapsiagaan lingkungan. Ketika masyarakat kuat, maka kota juga akan semakin tangguh menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Melalui kolaborasi itu, BPBD Surabaya mulai memperkuat edukasi mitigasi bencana hingga tingkat RT/RW dan kampung. Warga didorong menjadi bagian dari sistem early warning dan respons awal terhadap kejadian darurat di lingkungannya masing-masing.
Selain penguatan sumber daya manusia, modernisasi peralatan juga menjadi fokus utama. Ke depan, BPBD Surabaya diproyeksikan memiliki sistem respons cepat berbasis data, kendaraan rescue multifungsi, drone pemantau wilayah rawan, hingga mobile command unit yang mampu bergerak langsung ke lokasi kejadian.
Kolaborasi lintas instansi juga terus diperkuat. BPBD akan terintegrasi dengan rumah sakit, kepolisian, pemadam kebakaran, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga relawan masyarakat dalam satu ekosistem layanan darurat kota.
Transformasi ini menjadi langkah strategis Pemkot Surabaya dalam membangun kota yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga tangguh menghadapi berbagai ancaman perkotaan di masa depan.
Dengan wajah baru, BPBD Surabaya tidak lagi sekadar institusi penanggulangan bencana. Melainkan evolving emergency system atau sistem layanan kedaruratan masa depan yang hadir lebih dekat, lebih cepat, dan lebih adaptif terhadap kebutuhan warga Kota Pahlawan. (BS/za)









