Timbangan Tak Sesuai Masih Ditemukan, Pedagang Jalani Tera Gratis

- Publisher

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidak Pasar Surabaya Temukan Timbangan Pedagang Tak Akurat. (Foto: dok Diskominfo Surabaya)

i

Sidak Pasar Surabaya Temukan Timbangan Pedagang Tak Akurat. (Foto: dok Diskominfo Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Sejumlah timbangan milik pedagang di Pasar Pahing Rungkut, Surabaya, masih ditemukan tidak sesuai standar saat dilakukan pemeriksaan tera ulang. Ketidaksesuaian itu langsung diperbaiki petugas untuk memastikan transaksi jual beli berlangsung adil bagi pedagang maupun pembeli.

Pemeriksaan dilakukan terhadap berbagai jenis timbangan yang digunakan pedagang pasar. Petugas menguji akurasi alat menggunakan anak timbangan standar yang telah dikalibrasi.

Koordinator Sidak Pasar Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan Surabaya, Dicky Hermawan, mengatakan pemeriksaan tidak hanya bertujuan melindungi konsumen, tetapi juga mencegah kerugian di pihak pedagang.

“Tidak semua timbangan yang kami temukan merugikan pembeli. Ada juga yang justru membuat pedagang rugi karena hasil timbangannya berlebih. Karena itu tera penting untuk kedua belah pihak,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).

Menurut Dicky, setiap timbangan yang ditemukan tidak akurat langsung disetel ulang di lokasi. Bahkan, kerusakan ringan juga diperbaiki saat itu juga sehingga pedagang dapat kembali menggunakannya tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

Pemeriksaan semacam ini dilakukan secara berkala di pasar-pasar tradisional untuk memastikan alat ukur yang digunakan dalam transaksi tetap sesuai standar.

Baca Juga:  Skate & BMX Park Kalimas Berwajah Baru, Jadi Ikon Waterfront Surabaya

Di Pasar Pahing, antusiasme pedagang terlihat cukup tinggi. Mereka datang bergantian memeriksakan timbangan setelah aktivitas jual beli mulai sepi.

Agus, salah seorang pedagang sembako, mengaku tera ulang menjadi kebutuhan penting karena berkaitan langsung dengan kepercayaan pelanggan.

“Kalau timbangannya tepat, pembeli percaya dan pedagang juga tidak dirugikan. Apalagi pemeriksaannya gratis,” kata Agus.

Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Fahrul Rozi. Ia mengaku sengaja memeriksakan timbangannya untuk memastikan alat yang digunakan setiap hari masih akurat.

Baca Juga:  Amuk Si Jago Merah di Pemukiman Padat, Lantai Dua Rumah Ludes

“Hasilnya masih sesuai standar. Dengan pemeriksaan seperti ini pembeli juga lebih yakin saat bertransaksi,” ujarnya.

Keberadaan timbangan yang akurat menjadi salah satu faktor penting dalam aktivitas pasar tradisional. Selain menjaga kepercayaan konsumen, tera berkala juga membantu pedagang menghindari kerugian akibat kesalahan pengukuran yang sering kali tidak disadari.

Karena itu, pemeriksaan timbangan secara rutin dinilai masih diperlukan, terutama di pasar tradisional yang setiap hari melayani ribuan transaksi jual beli.(BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB