Bicarasurabaya.com – Kebakaran Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo pada Jumat (15/5/2026) menyebabkan kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp 10 miliar. Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini mulai memetakan kerusakan bangunan dan alat kesehatan akibat insiden tersebut.
Sekretaris Daerah Pemprov Jatim Adhy Karyono mengatakan sejumlah fasilitas medis harus diganti, termasuk beberapa mesin utama pelayanan jantung.
“Beberapa mesin, peralatan, dan ruangan sampai lantai atas harus diganti. Hitungannya lebih dari Rp 10 miliar,” kata Adhy, Selasa (19/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setidaknya tiga unit cathlab atau alat kateterisasi jantung dilaporkan mengalami kerusakan. Area kebakaran yang berpusat di lantai 5 juga merambat hingga beberapa lantai di atasnya dengan luas terdampak sekitar 10 x 25 meter.
Pemprov Jatim telah melaporkan insiden tersebut kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pemerintah pusat disebut akan membantu pengadaan alat kesehatan pengganti yang rusak akibat kebakaran.
“Kami sudah melapor ke Menteri Kesehatan dan ada bantuan untuk peralatan yang terbakar,” ujarnya.
Meski demikian, Adhy memastikan layanan rumah sakit kini sudah kembali berjalan normal. Ia meminta masyarakat tidak khawatir terkait pelayanan kesehatan di RSUD dr Soetomo.
“Semua pelayanan sudah berjalan. Peralatan cadangan juga sudah bisa digunakan,” katanya.
Menurut Adhy, penanganan kebakaran dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) bersama petugas pemadam kebakaran. Simulasi penanganan bencana sebelumnya disebut membantu proses evakuasi berjalan cepat.
Sebelumnya, kebakaran diduga dipicu korsleting kabel lemari es farmasi di lantai 5 Gedung PPJT. Dalam insiden itu, sebanyak 37 pasien dievakuasi.
Satu pasien berinisial S (46), warga Cepu, Blora, Jawa Tengah, dilaporkan meninggal dunia saat kejadian. Korban diketahui berada di lantai 6 gedung ketika kebakaran terjadi.(BS/za)











