Penerima Bansos Main Judol, Kemensos Lakukan Pencoretan Permanen

- Publisher

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: dok/Ist)

i

(Foto: dok/Ist)

Bicarasurabaya.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan sebanyak 75 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dicoret dari daftar penerima bantuan sosial pada triwulan kedua 2026. Pencoretan dilakukan setelah mereka terindikasi menggunakan dana bansos untuk aktivitas judi online.

Jumlah tersebut menurun dibanding triwulan pertama 2026 yang mencapai lebih dari 11 ribu KPM.

“Untuk tahun 2026 ini ada 11.000 lebih KPM yang kami coret di triwulan pertama, dan untuk triwulan kedua itu ada 75 KPM yang kami coret,” kata Gus Ipul dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).

Kementerian Sosial melakukan penelusuran bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mendeteksi dugaan penyalahgunaan bantuan sosial tersebut.

Menurut Gus Ipul, langkah itu dilakukan agar bantuan sosial benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan dan digunakan sesuai peruntukannya.

“Sehingga kita bisa memberikan bantuan sosial kepada mereka yang lebih membutuhkan dan dimanfaatkan dengan benar,” ujarnya.

Berbeda dengan kebijakan tahun sebelumnya, Kemensos kini menerapkan sanksi lebih tegas. Penerima bansos yang terbukti terlibat judi online tidak lagi diberi kesempatan kedua dan langsung dicoret secara permanen.

Baca Juga:  Surabaya Buka 1.000 Lowongan, Warga KTP Lama Diprioritaskan

Gus Ipul mengatakan pada tahun lalu masih ada penerima tertentu yang diberi kesempatan setelah melalui verifikasi lapangan dan dinilai masih layak menerima bantuan. Namun kebijakan itu kini diperketat.

Meski demikian, Kemensos menemukan sejumlah kasus di mana rekening penerima bansos diduga dimanfaatkan pihak lain untuk transaksi judi online. Mayoritas penerima yang terindikasi berada di kelompok Desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yakni kelompok masyarakat paling rentan secara ekonomi.

Baca Juga:  Sidang Perdana Eks Bupati Ponorogo, Jaksa Ungkap Aliran Dana Miliaran

“Memang ada beberapa temuan yang dimanfaatkan oleh orang lain. Ada yang sengaja, kalau yang sengaja ya itu kita garis merah,” kata Gus Ipul.

Kemensos memastikan pengawasan penyaluran bantuan sosial akan terus diperkuat melalui koordinasi dengan PPATK dan pendamping sosial di daerah. Langkah itu dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan bansos sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran.(BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB