Bedah Rumah Hardiknas, Khofifah Sasar Tenaga Non-Guru

- Publisher

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok Humas Pemprov Jatim

i

Foto: dok Humas Pemprov Jatim

Bicarasurabaya.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau hasil program bedah rumah milik Wandori, petugas keamanan SMAN 2 Surabaya, di Jalan Dinoyo Baru, Selasa (5/5/2026).

Program ini menjadi bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan insan pendidikan, termasuk tenaga non-guru.

“Insan pendidikan bukan hanya guru. Ada tenaga keamanan, kebersihan, dan lainnya yang juga harus mendapat perhatian, termasuk hunian layak,” ujar Khofifah.

Perbaikan rumah Wandori dimulai awal April 2026 dan kini telah rampung 100 persen. Secara keseluruhan, program ini telah menyasar 135 penerima di berbagai daerah Jawa Timur. Khusus tahun ini, sebanyak 38 rumah diperbaiki di 24 cabang dinas pendidikan.

Khofifah menjelaskan, program tersebut didanai dari zakat yang dihimpun jajaran Dinas Pendidikan Jawa Timur bekerja sama dengan Baznas, lalu disalurkan untuk perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu).

Baca Juga:  Inflasi Pangan Dijaga, Surabaya Panen Cabai Rawit Varietas Ori

“Setiap daerah ada titik penerima. Ini bagian dari upaya memastikan hunian layak bagi insan pendidikan,” jelasnya.

Selain bedah rumah, dana zakat juga digunakan untuk program afirmasi pendidikan berupa bantuan beasiswa bagi keluarga kurang mampu.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan program ini telah berjalan sejak tahun lalu dan terus diperluas.

“Ini inisiatif Ibu Gubernur agar semua insan pendidikan mendapat perhatian. Tahun lalu juga sudah berjalan dan manfaatnya luas,” ujarnya.

Baca Juga:  Surabaya Kejar Perbaikan 7.196 Rumah Tak Layak Huni hingga 2027

Sementara itu, Wandori mengaku kondisi rumahnya sebelumnya tidak layak huni, dengan atap bocor, plafon rusak, dan dinding lembab.

“Sekarang jauh lebih nyaman. Kami sangat terbantu,” katanya.

Program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan dan motivasi para insan pendidikan dalam mendukung proses belajar mengajar.(BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB