Surabaya Ubah Sistem Aliran Air, Target Banjir Berkurang Oktober

- Publisher

Jumat, 24 April 2026 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Eri menjelaskan skema untuk atasi banjir di kawasan Ketintang. (Foto: dok Diskominfo)

i

Wali Kota Eri menjelaskan skema untuk atasi banjir di kawasan Ketintang. (Foto: dok Diskominfo)

Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turun langsung ke titik rawan banjir di Jalan Ketintang Madya, Jumat (24/4/2026). Dari lokasi, ia langsung menginstruksikan perubahan besar pada sistem aliran air untuk mengurai genangan yang selama ini kerap terjadi.

Eri menegaskan penanganan banjir tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Pemkot memilih membenahi dari hulu dengan menata ulang sistem aliran air (catchment area), terutama di kawasan selatan Surabaya.

“Selama ini air menumpuk di Margorejo. Saya minta aliran dari Karah dan tol dipotong langsung ke Rumah Pompa Karah, jangan semuanya ke Wonorejo,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Skema ini dilakukan untuk mengurangi beban di saluran Avur Wonorejo yang selama ini menjadi titik tumpu aliran air dari berbagai wilayah, seperti Jambangan hingga Karah.

Baca Juga:  Diduga Korsleting Aki, Grand Livina Terbakar

Tak hanya itu, Pemkot juga menyiapkan rekayasa tambahan dengan membalik arah aliran dari Ketintang Baru menuju saluran Kebon Agung. Dengan cara ini, aliran air di kawasan Margorejo hingga Prapen diharapkan hanya menampung debit dari lingkungan setempat.

Untuk memperkuat sistem, Pemkot berencana membangun rumah pompa baru di bantaran Kali Surabaya, kawasan Pulo Wonokromo. Pompa ini ditujukan melindungi area rawan genangan seperti sekitar Royal Plaza dan Kantor Telkom Ketintang.

“Saya sudah koordinasi untuk penggunaan lahan. Air dari sekitar rel dan Telkom akan langsung ditarik ke sungai agar tidak menggenang,” ujar Eri.

Baca Juga:  BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Jatim, Surabaya Diprediksi Hujan Ringan Sepanjang Hari

Selain rekayasa aliran, Pemkot juga akan memperlebar saluran di kawasan Prapen serta mengoptimalkan konektivitas antar drainase. Sistem ini nantinya dipantau melalui platform digital agar tetap terkontrol dalam jangka panjang.

Eri menargetkan seluruh skema pengalihan aliran air ini rampung pada Oktober 2026. Ia menegaskan akan melakukan evaluasi jika target tersebut tidak tercapai dan banjir masih terjadi.

“Saya ingin sistem ini benar-benar jalan, bukan sekadar bangun fisik tanpa perhitungan,” ujarnya.

Untuk memastikan pengawasan berjalan, camat dan lurah dari tiga wilayah—Gayungan, Jambangan, dan Wonocolo—dilibatkan langsung dalam pemantauan proyek.

Sementara itu, Kabid Drainase DSDABM Surabaya Adi Gunita menjelaskan, banjir di kawasan Ketintang dan sekitarnya terjadi akibat beban air dari arah barat yang seluruhnya mengalir ke timur.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Kembali Naik, Buyback Ikut Menguat

Solusi yang disiapkan adalah memecah beban aliran dengan membuat sodetan ke arah selatan menuju Sungai Kebon Agung.

“Selama ini semua air lari ke Wonorejo. Sekarang kita bagi alirannya supaya tidak menumpuk di hilir,” jelasnya.

Dengan skema ini, beban air ke arah Prapen dan Wonorejo diperkirakan berkurang signifikan, sehingga titik rawan genangan seperti Ketintang, Karah, dan Gayungsari bisa ditekan.

Pemkot optimistis, perubahan sistem aliran air ini menjadi langkah kunci untuk mengurangi banjir di Surabaya selatan secara bertahap.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB