Ribuan Warga Surabaya Bersihkan Sungai Kalimas, Menteri LH Puji Pengelolaan Sampah

- Publisher

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerja bakti bersih Sungai Kalimas Bersama Menteri LH. (Foto: dok Diskominfo)

i

Kerja bakti bersih Sungai Kalimas Bersama Menteri LH. (Foto: dok Diskominfo)

Bicarasurabaya.com – Ribuan warga Surabaya turun langsung membersihkan Sungai Kalimas dalam kerja bakti massal yang digelar Pemerintah Kota Surabaya bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI, Jumat (6/3/2026). Aksi ini menjadi simbol penguatan budaya kebersihan sekaligus komitmen bersama menjaga lingkungan kota.

Sebanyak 7.269 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri dari perangkat daerah, komunitas, hingga warga. Mereka menyebar di sepanjang aliran Sungai Kalimas.

Sebanyak 5.316 peserta melakukan kerja bakti di delapan titik, mulai kawasan Monumen Kapal Selam (Monkasel) hingga Kampung Gemblongan. Sementara 1.953 peserta lainnya mengikuti apel di lokasi utama sebelum bergabung dalam aksi pembersihan sungai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq yang hadir dalam kegiatan itu mengaku terkesan dengan keterlibatan masyarakat Surabaya dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga:  24 Pelamar Berebut Kursi Direksi KBS, Seleksi Utamakan Konservasi

“Saya sangat bangga dengan Kota Surabaya. Saat ini Surabaya merupakan kota dengan pengelolaan sampah terbaik secara nasional,” ujar Hanif.

Menurutnya, budaya kebersihan di Surabaya sudah terlihat dari tampilan kota, terutama di kawasan jalan protokol yang dinilai setara dengan kota besar dunia.

Ia menyebut Surabaya saat ini menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah per hari. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.000 ton diproyeksikan dapat diolah melalui fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Benowo.

Dengan sistem yang berjalan saat ini, tingkat penanganan sampah Surabaya telah mencapai sekitar 95 persen, tertinggi di antara kota-kota besar di Indonesia.

Pemerintah pusat, lanjut Hanif, juga terus mengawal pengembangan pengolahan sampah menjadi energi di Surabaya. Pendanaan untuk fasilitas PLTSa telah disiapkan secara bertahap.

Baca Juga:  Resmi Dilantik Presiden, Wali Kota Eri Cahyadi Tancap Gas Lanjutkan Program Periode Kedua

“Pendanaan tahun 2025 akan dicairkan tahun ini setelah sempat terkendala perubahan regulasi. Pembayaran untuk fasilitas di Benowo segera direalisasikan,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan anggaran pengembangan lanjutan pada 2026, sehingga Surabaya berpeluang memiliki dua fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Meski demikian, Hanif mengingatkan pengelolaan sampah tidak boleh sepenuhnya bergantung pada teknologi.

“Biaya teknologi ini cukup besar. Karena itu pemilahan sampah dari sumbernya tetap menjadi cara paling efektif,” ujarnya.

Menurutnya, pemilahan sampah memungkinkan sebagian sampah memiliki nilai ekonomi, sementara yang masuk fasilitas pengolahan hanya residu.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan kerja bakti di Sungai Kalimas menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

Baca Juga:  MPLS di Surabaya Tetap Berjalan Meski Dua Sekolah Dilanda Rob

Ia menjelaskan, Pemkot Surabaya telah mewajibkan pemilahan sampah tidak hanya di rumah tangga, tetapi juga di sektor usaha seperti hotel, restoran, kafe, dan pusat perbelanjaan.

Selain itu, pengangkutan sampah dari sektor usaha diwajibkan menggunakan kendaraan compactor dan tidak diperbolehkan melakukan pembakaran sampah.

“Dengan dukungan pemerintah pusat, kami berharap kemandirian pengelolaan sampah di tingkat kampung dan tempat usaha semakin kuat,” kata Eri.

Eri menambahkan, Sungai Kalimas menjadi perhatian utama karena juga merupakan sumber air baku bagi PDAM Surabaya. Karena itu kebersihan sungai harus terus dijaga agar kualitas air tetap aman bagi masyarakat.

“Kami ingin Kalimas menjadi contoh pengelolaan sungai yang bersih di perkotaan,” ujarnya.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB