45 Ribu Data PBI JKN Dinonaktifkan, Dinkes Surabaya: Warga Tak Perlu Panik

- Publisher

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pelayanan kesehatan. (Foto; dok Diskominfo Surabaya)

i

Ilustrasi pelayanan kesehatan. (Foto; dok Diskominfo Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Sebanyak 45 ribu data kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI JK) di Surabaya dinonaktifkan. Namun, Pemerintah Kota Surabaya memastikan layanan kesehatan tetap berjalan dan warga diminta tidak panik.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Nanik Sukristina menjelaskan, penonaktifan dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam rangka pembaruan dan pemutakhiran data penerima bantuan.

“Masyarakat tidak perlu panik. Saat ini Kemensos sedang melakukan pembaruan data jaminan kesehatan agar tepat sasaran,” ujar Nanik, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, penonaktifan terjadi karena sebagian peserta tidak lagi masuk kategori desil 1–5. Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat, dari sangat miskin hingga menengah bawah. Kelompok desil 1–5 menjadi prioritas penerima bantuan iuran.

Tetap Dilayani Lewat Program UHC

Meski data PBI JK dinonaktifkan, Nanik memastikan warga yang memenuhi kriteria tetap bisa memperoleh layanan kesehatan gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC) Pemkot Surabaya.

Baca Juga:  Kejari Tetapkan Enam Tersangka Korupsi Pemeliharaan Kolam Tanjung Perak

“Khususnya warga miskin yang sudah tinggal di Surabaya minimal 10 tahun dan terdaftar di faskes kelas 3, tetap mendapatkan pelayanan gratis,” tegasnya.

Pemkot, lanjut Nanik, berkomitmen memastikan akses kesehatan warga tidak terganggu selama proses pembaruan data berlangsung.

Diketahui, penonaktifan PBI JK ini merujuk pada Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 yang berlaku mulai 1 Februari 2026. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemutakhiran data agar bantuan sosial lebih akurat dan tepat sasaran.

Baca Juga:  48 Ribu Orang Padati Surabaya Great Expo 2026, Transaksi Capai Rp7,75 Miliar

Dengan adanya jaminan layanan melalui skema UHC, Pemkot Surabaya berharap warga tetap tenang dan tidak khawatir terhadap akses pelayanan kesehatan. (BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB