Eri Akan Umumkan Data Warga Miskin di RW, Iuran BPJS Bisa Berubah

- Publisher

Senin, 16 Februari 2026 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pelayanan Kesehatan. (Foto : dok Diskominfo Surabaya)

i

Ilustrasi Pelayanan Kesehatan. (Foto : dok Diskominfo Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan akan membuka dan memverifikasi ulang data warga miskin, prasejahtera, dan sejahtera di tingkat RW. Langkah ini berpotensi mengubah status penerima bantuan iuran BPJS di Kota Pahlawan.

Validasi dilakukan melalui program Kampung Pancasila dalam waktu dekat. Data warga akan diumumkan ke masyarakat untuk memastikan tidak ada kesalahan atau salah sasaran.

“Kita akan sampaikan di RW, benar tidak warga prasejahtera sekian, yang sejahtera sekian. Kalau datanya sudah benar, yang mampu saya mohon bayar sendiri,” kata Eri yang dikutip, Senin (16/2/2026).

Eri menegaskan Surabaya tetap menjalankan Universal Health Coverage (UHC). Peserta BPJS PBI yang nonaktif akan diaktifkan kembali oleh Pemkot.

Namun, warga yang masuk kategori mampu—desil 8 hingga 10—diminta membayar iuran BPJS secara mandiri agar anggaran daerah tidak terbebani.

“Saya minta yang mampu gotong royong bayar mandiri supaya pemkot bisa fokus ke warga miskin,” ujarnya.

Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan layanan kesehatan sekaligus memastikan subsidi tepat sasaran.

Baca Juga:  Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran di Gang Sempit Jagir

Selain validasi data warga, Pemkot Surabaya mengingatkan perusahaan agar memenuhi kewajiban memberikan jaminan kesehatan kepada pekerja.

Kebijakan ini sejalan dengan pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang mendorong masyarakat mampu membayar iuran secara mandiri agar anggaran pemerintah difokuskan pada kelompok rentan.

Dengan verifikasi terbuka di tingkat RW, Pemkot berharap tidak ada lagi polemik data bantuan sosial. Transparansi ini sekaligus menjadi ujian akurasi data kesejahteraan di Surabaya. (BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB