Antisipasi Bencana, Surabaya Perkuat Mitigasi Hingga Kerahkan Robot

- Publisher

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Eri Cahyadi usai pimpin apel kesiapsiagaan bencana. (Foto: Dok Humas Pemkot Surabaya)

i

Wali Kota Eri Cahyadi usai pimpin apel kesiapsiagaan bencana. (Foto: Dok Humas Pemkot Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota Surabaya menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana 2026 di kawasan Kodaeral V, Pabean Cantikan, Jumat (30/1/2026). Langkah ini dilakukan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem hingga ancaman bencana geologi yang membayangi Kota Pahlawan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, sebagai kota metropolitan, Surabaya menghadapi risiko berlapis. Mulai dari rob, angin kencang yang kerap merobohkan pohon dan reklame, hingga potensi gempa akibat jalur sesar aktif yang melintasi sejumlah wilayah.

Baca Juga:  Charity Night Pemkot Surabaya Kumpulkan Rp3,5 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera

“Ini bukan sekadar apel seremonial, tapi komitmen kami untuk memberi rasa aman kepada warga. Pemkot bersama TNI dan Polri siap menjaga Surabaya,” kata Eri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk memperkuat kesiapsiagaan, Pemkot Surabaya menyiagakan 97 unit kendaraan pemadam kebakaran. Dari jumlah itu, 30 unit dilengkapi kemampuan khusus penyedotan genangan air untuk mengantisipasi banjir dan rob.

Tak hanya itu, dua unit robot pemadam kebakaran juga dikerahkan untuk menjangkau medan berisiko tinggi, termasuk area dengan potensi paparan bahan kimia. Armada pendukung lain, seperti mobil pemadam berkapasitas besar hingga 5.000 liter, juga disiagakan dan terhubung langsung dengan Command Center 112 yang beroperasi 24 jam.

Baca Juga:  Pemkot Tekan Anggaran Dinas di APBD Surabaya 2026

Eri juga mengapresiasi dukungan TNI AL yang menyiapkan mobil layanan kesehatan, melengkapi armada pemadam yang telah dibekali fasilitas bantuan oksigen darurat.

Terkait ancaman gempa, Eri menginstruksikan BPBD Surabaya untuk memassifkan kembali sosialisasi mitigasi bencana hingga tingkat kampung. Warga di wilayah yang dilintasi sesar aktif diminta memahami jalur evakuasi dan prosedur penyelamatan diri.

“Kami ingin kesiapsiagaan ini menjadi budaya masyarakat. Bukan hanya aparat yang siap, tapi warga juga tahu harus berbuat apa saat bencana terjadi,” tegasnya. (BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB