Pemkot Surabaya Dorong Peran Aktif Warga Cegah Aktivitas Seks Menyimpang

- Publisher

Minggu, 26 Oktober 2025 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Dua orang pria sedang berjalan di taman (Cre-AI: Bicara Surabaya)

i

Ilustrasi: Dua orang pria sedang berjalan di taman (Cre-AI: Bicara Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendorong peran aktif warga dalam mengawasi lingkungan sekitar untuk mencegah terjadinya aktivitas menyimpang, termasuk pesta seks sesama jenis yang baru-baru ini terungkap di salah satu hotel Kota Pahlawan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkot Surabaya memperketat pengawasan di seluruh wilayah, dengan menggandeng Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta aparat keamanan untuk memperkuat koordinasi pengawasan di lapangan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, pengawasan tidak hanya difokuskan di hotel, tetapi juga di apartemen dan tempat wisata.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“(Antisipasi) kita sudah lakukan di tempat-tempat yang ada seperti hotel, apartemen. Yang lain kita kasih surat semua. Sehingga tidak hanya di sini (hotel-apartemen), tapi bisa juga di tempat-tempat wisata,” ujar Eri Cahyadi, Minggu (25/10/2025).

Baca Juga:  DLH Surabaya Telusuri Limbah Medis yang Diduga Milik RSUD Eka Candrarini

Eri menekankan bahwa pengawasan akan lebih efektif jika masyarakat memiliki kepekaan sosial terhadap kondisi di lingkungannya.

“Maka di sinilah saya berharap, ketika ada orang menampilkan rasa kecurigaan, itu kita punya rasa empati,” ujarnya.

Ia mencontohkan, kasus perdagangan anak (trafficking) dapat dicegah sejak dini bila masyarakat peka terhadap situasi di sekitar.

“Contoh kayak trafficking anak-anak. Kan biasanya kalau anak digandeng, kalau itu bukan orang tuanya, kan pasti kelihatan. Nah, itulah yang saya harapkan warga Surabaya, ayo saling tulung-tulungan,” pesannya.

Eri juga menegaskan pentingnya membangun kepedulian sosial antarwarga sebagai karakter khas masyarakat Surabaya.

“Sehingga nanti kalau melihat yang seperti itu (peka), ini bukan aslinya, ini duduk temenan (bukan asli), kita harus punya rasa (empati) itu. Itu yang kita kuatkan di Surabaya,” katanya.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Bakal Luncurkan Aplikasi E-Peken, Berdayakan UMKM dan Toko Kelontong

Menurut Eri, Surabaya sebagai kota metropolitan tidak boleh kehilangan nilai gotong royong dan kepedulian sosial.

“Kalau kita sudah gak punya rasa kepingin nolong orang, terus kita cuek semua, ya remek suwe-suwe Suroboyo (ya hancur lama-lama Surabaya),” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Harian PHRI Koordinator Wilayah Surabaya, Firman Sudi Permana, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan Wali Kota Eri Cahyadi dengan memperketat pengawasan di sektor perhotelan.

“Kami dari PHRI sudah ada komitmen. Alhamdulillah, kami diberi kesempatan oleh Pak Eri untuk menerima masukan. Karena dampaknya bukan hanya dari sisi pariwisata, tapi juga budaya dan citra kota,” kata Firman.

Baca Juga:  Gerak Cepat Bersihkan Sampah Pendemo, Bu Risma Trending di Twitter

Firman menilai, kasus seperti pesta seks sesama jenis di hotel dapat merusak citra Surabaya sebagai kota wisata dan berdampak terhadap tingkat okupansi.

“Makanya kami akan mempertajam sistem pengawasan, mulai dari keamanan, resepsionis, hingga semua aspek hotel agar lebih waspada,” tegasnya.

Ia menambahkan, PHRI akan segera membuat surat edaran ke seluruh anggota untuk memperketat pengawasan dan memperkuat koordinasi dengan pihak kepolisian serta Pemkot Surabaya.

“Kalau ada indikasi sesuatu yang tidak normal, misalnya jumlah tamu terlalu banyak dalam satu kamar, itu harus segera dicegah. Bisa langsung lapor ke CC 112 seperti disampaikan Pak Wali Kota,” tandasnya. (Bs/Yan)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB