Tim Rescue Surabaya Ceritakan Detik Menegangkan Evakuasi Santri Al-Khoziny

- Publisher

Kamis, 16 Oktober 2025 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Rescue, Galang saat menceritakan pengalamannya. (Foto: Dok Humas/BS)

i

Tim Rescue, Galang saat menceritakan pengalamannya. (Foto: Dok Humas/BS)

Bicarasurabaya.com — Keringat, debu, dan ketegangan masih membekas dalam ingatan tim penyelamat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya. Mereka menjadi saksi langsung perjuangan mengevakuasi korban reruntuhan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, awal Oktober lalu — sebuah operasi yang menguji batas fisik dan mental.

Dalam pertemuan dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Kantor DPKP, Rabu (15/10/2025), tiga anggota tim, yakni Elvanio Santoso, Abdul Aziz, dan Galang Ferbi, menceritakan kembali momen-momen kritis di balik penyelamatan dua santri yang selamat dari puing beton: Yusuf dan Haikal.

Elvanio, yang akrab disapa Neo, mengisahkan bagaimana pada malam pertama operasi, sekitar pukul 22.00 WIB, tim mendengar suara lirih dari balik reruntuhan.

“‘Pak, ada lubang. Tangan saya kelihatan,’ begitu suara Yusuf terdengar,” ujar Neo.

Dari celah kecil seukuran botol air mineral, tim hanya bisa memberikan air dan biskuit. Jalan menuju Yusuf sempit dan berbahaya. Setelah berkoordinasi dengan Basarnas, mereka memperbesar akses hingga membutuhkan waktu hampir lima jam.

“Saya bekerja tanpa henti sampai dini hari. Saat tenaga sudah habis, teman saya, Abdul Aziz, melanjutkan untuk memotong rangka besi beton. Syukurlah Yusuf akhirnya bisa keluar dengan selamat,” tuturnya.

Bagi Neo, misi penyelamatan ini menjadi pengalaman paling berat sekaligus membanggakan selama enam tahun bertugas.

“Ini kejadian luar biasa. Kami bangga bisa membantu menyelamatkan nyawa di tengah reruntuhan,” katanya.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Bangun Tanggul dan Tinggikan Jalan Tengger Raya

Sementara itu, Abdul Aziz dan Galang Ferbi bertugas di hari kedua dan ketiga. Fokus mereka: membuka akses menuju Haikal, santri yang terjepit di antara beton dengan hanya tangan kanannya yang masih bisa bergerak.

Lubang penyelamatan digali sedalam lima meter. Di tengah usaha itu, mereka juga mendengar teriakan minta tolong dari korban lain di lokasi berbeda — sebuah tekanan mental yang sulit digambarkan.

“Kami terus menenangkan mereka, meyakinkan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan,” ujar Aziz.

Ketegangan memuncak ketika Haikal mulai mengigau karena kehabisan napas. “Dia berteriak, ‘sudah jangan mainan itu, Haikal tidak bisa bernapas.’ Kami langsung suplai oksigen dan air. Setelah itu, kondisinya lebih tenang dan proses evakuasi bisa dilanjutkan,” cerita Aziz.

Baca Juga:  Ini Visi-Misi Cak Eri dalam Membangun Surabaya 5 Tahun ke Depan

Berkat kerja sama tim DPKP dan Basarnas, Haikal akhirnya berhasil dikeluarkan dalam keadaan selamat.

Mendengar langsung kisah di balik operasi penyelamatan tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan keberanian para petugas DPKP.

“Saya bangga, tim penyelamat Surabaya berbuat kebaikan tanpa pamrih. Mereka menunjukkan arti kemanusiaan yang sesungguhnya,” ujar Eri.

Sebagai bentuk penghargaan, Eri berencana memberikan penghargaan khusus pada peringatan Hari Pahlawan 10 November mendatang. Pemkot juga akan memperbaiki fasilitas kebugaran di kantor DPKP agar para personel selalu dalam kondisi prima.

“Untuk menyelamatkan orang lain, tubuh dan mental mereka juga harus kuat,” pungkasnya.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB