DVI Polda Jatim Terima 55 Kantong Jenazah Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny

- Publisher

Senin, 6 Oktober 2025 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Jatim, Kombes Pol M. Khusnan saat memberikan keterangan di Mapolda Jatim (Foto: Ist/BS)

i

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Jatim, Kombes Pol M. Khusnan saat memberikan keterangan di Mapolda Jatim (Foto: Ist/BS)

Bicarasurabaya.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur menerima 55 kantong jenazah korban ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, hingga hari ini. Dari jumlah itu, lima kantong berisi bagian tubuh (body part).

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Jatim, Kombes Pol M. Khusnan, menyampaikan hingga saat ini sudah ada 10 jenazah yang berhasil teridentifikasi, masing-masing lima di Sidoarjo dan lima di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

Baca Juga:  Tim SAR Temukan 11 Jenazah Lagi, Korban Tewas Capai 36 Orang

“Proses identifikasi masih terus berjalan. Sampel DNA keluarga korban sudah kami kirim sejak Sabtu pagi ke Pusdokkes Polri di Jakarta,” ujar Khusnan saat konferensi pers di RS Bhayangkara Surabaya, Senin (6/10/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Khusnan, pencocokan DNA dilakukan di Laboratorium DNA Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri. Biasanya, hasil keluar dalam waktu sekitar lima hari. Namun ia berharap proses kali ini bisa lebih cepat.

Baca Juga:  Pemerintah Kaji Penggunaan APBN untuk Bangun dan Perbaiki Pesantren

“Kami sudah berkoordinasi dengan tim laboratorium di Jakarta. Proses ini tidak bisa dipercepat secara manual karena bergantung pada mesin, tapi semoga hasil bisa lebih cepat,” jelasnya.

Tim DVI menegaskan identifikasi korban dilakukan dengan metode ganda, yaitu mencocokkan data primer berupa DNA dan gigi, serta data sekunder seperti ciri fisik dan barang pribadi korban.

“Data antemortem dari keluarga dan data postmortem korban akan kami padukan untuk mendapatkan hasil yang paling akurat,” tegas Khusnan.(BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB