Pemerintah Kaji Penggunaan APBN untuk Bangun dan Perbaiki Pesantren

- Publisher

Senin, 13 Oktober 2025 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa-BS)

i

(Foto: Istimewa-BS)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah tengah mengkaji kemungkinan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendukung pembangunan dan perbaikan pondok pesantren di seluruh Indonesia. Langkah ini muncul setelah insiden ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang menewaskan puluhan santri pada 29 September 2025.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah sedang mempelajari berbagai aspek terkait rencana tersebut, mulai dari pendataan jumlah dan kondisi pesantren yang ada hingga kemungkinan pembangunan pesantren baru di masa depan.

Baca Juga:  Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil, Ini Rinciannya

“Pascakejadian kemarin, muncul pemikiran: mungkinkah pembangunan pondok pesantren didukung pembiayaannya melalui APBN,” ujar Prasetyo seusai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di kediaman presiden di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (12/10/2025) malam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Prasetyo yang juga menjadi Juru Bicara Presiden, pemerintah ingin memastikan skema pembiayaan yang disusun benar-benar efektif dan tepat sasaran.
“Ini juga menyangkut apakah pesantren yang sudah ada akan menjadi prioritas, atau ada kebutuhan membangun yang baru. Semua masih dalam tahap kajian,” katanya.

Baca Juga:  Tim DVI Polda Jatim Identifikasi 58 Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Ia menambahkan, keselamatan dan keamanan santri menjadi perhatian utama Presiden Prabowo. Karena itu, Kepala Negara telah memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi fisik bangunan pesantren.

“Kementerian PUPR diminta turun ke lapangan untuk memastikan pembangunan pesantren terjamin keamanannya,” tutur Prasetyo.(BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB