Data Kependudukan Jadi Syarat Bansos, Dispendukcapil Ingatkan Warga Tertib Adminduk

- Publisher

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Dok Humas-Ist/BS)

i

(Foto: Dok Humas-Ist/BS)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menegaskan pentingnya warga tertib administrasi kependudukan (adminduk) agar berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan sosial (bansos) hingga layanan publik, dapat tepat sasaran.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya, Eddy Christijanto, mengatakan data kependudukan yang valid menjadi kunci keberhasilan intervensi pemerintah. “Kalau data sesuai, penyaluran bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH) bisa tepat sasaran. Tapi kalau nama dan alamat tidak sesuai, bantuan bisa dibatalkan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Sabtu (4/10/2025).

Baca Juga:  Kereta Barang Anjlok di Surabaya, Tiga Layanan KA Ikut Terganggu

Eddy mencontohkan, pada survei lapangan Kementerian Sosial, masih ditemukan kasus penerima bansos dengan alamat fiktif. Hal ini juga berimbas pada program lain, seperti penanganan stunting. “Ada data anak yang alamatnya tidak sesuai. Saat dicek, anaknya tidak ada, tetangganya pun tidak tahu. Akhirnya intervensi gizi tidak bisa dilakukan,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain untuk bansos, data kependudukan juga menjadi dasar program pendidikan. Salah satunya program “satu keluarga miskin, satu sarjana”. Jika data keluarga tidak akurat, program berisiko salah sasaran.

Baca Juga:  119 RHU di Surabaya Diizinkan Beroperasi dengan Prokes Ketat

Eddy juga menjelaskan aturan mengenai pemisahan kartu keluarga (pecah KK). Ada empat alasan yang diperbolehkan: menikah, bercerai, pindah domisili, dan meninggalnya kepala keluarga. “Kalau menikah, harus dengan buku nikah resmi, bukan nikah siri. Kalau bercerai, alamat harus berbeda. Kalau kepala keluarga meninggal, otomatis terbit KK baru dengan nomor berbeda,” terangnya.

Namun, pecah KK tidak berlaku sembarangan. Hanya keluarga inti yang membentuk rumah tangga baru yang bisa memisahkan KK. “Kalau masih anggota keluarga yang belum mandiri atau statusnya bukan keluarga inti, itu tidak bisa,” tegas Eddy.

Baca Juga:  Infografis: Surabaya Level 1, Delapan Taman Kota Dibuka dengan Prokes Ketat

Ia menambahkan, tertib adminduk juga mempermudah akses berbagai layanan publik lainnya, seperti pembuatan SIM, BPJS, hingga layanan perbankan. Pemkot Surabaya pun telah menyediakan layanan pembaruan data secara online melalui aplikasi KNG Mobile dan website Dispendukcapil.

“Kami mohon warga Surabaya tertib adminduk dengan melakukan update data kependudukan. Semua sudah bisa difasilitasi secara online, jadi lebih mudah dan cepat,” pungkasnya.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB