Musim Panas dan Kelalaian Warga Picu Lonjakan Kebakaran di Surabaya

- Publisher

Kamis, 9 Oktober 2025 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com– Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mencatat lonjakan kasus kebakaran sepanjang September 2025. Sebanyak 51 kejadian terjadi di berbagai wilayah Kota Pahlawan, didominasi oleh kebakaran lahan dan permukiman.

Untuk meningkatkan kesiapsiagaan, DPKP mempercepat waktu tanggap (response time) dari 7 menit menjadi 6,5 menit. Langkah ini dilakukan agar petugas dapat segera tiba di lokasi dan meminimalkan dampak kebakaran.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. Dengan response time 6,5 menit, kami berharap risiko korban jiwa dan kerugian material dapat ditekan,” ujar Kepala DPKP Surabaya Laksita Rini Sevriani dalam keterangannya, Kamis (9/10/2025).

Laksita menjelaskan, peningkatan kasus kebakaran pada September dipicu kombinasi cuaca ekstrem dan kelalaian manusia. Dari total kejadian, 20 kasus di antaranya adalah kebakaran alang-alang atau lahan terbuka.

“Kondisi cuaca yang panas dan angin kencang membuat alang-alang sangat kering dan mudah terbakar. Begitu ada pemicu kecil, api bisa menyebar cepat,” katanya.

Kebakaran juga kerap bermula dari kebiasaan warga membakar sampah di ruang terbuka. Bara api yang tertiup angin kerap memicu percikan ke area lain. Selain itu, faktor alam juga berperan — terutama saat suhu tinggi membuat alang-alang kering bisa terbakar tanpa disadari, misalnya akibat pantulan panas dari pecahan kaca di lahan terbuka.

Baca Juga:  Surabaya Vaganza 2026 Siap Sulap Jalanan Jadi Festival Cahaya

Selain lahan terbuka, 12 kasus kebakaran terjadi di permukiman, umumnya akibat kelalaian di dapur dan instalasi listrik rumah tangga.

“Kami mengimbau ibu-ibu dan warga, meski hanya keluar sebentar, pastikan kompor dimatikan. Banyak kasus terjadi karena api dibiarkan menyala saat ditinggal,” pesannya.

DPKP juga menemukan sejumlah kasus kebakaran akibat penggunaan alat elektronik yang tidak sesuai fungsinya. Misalnya, penggunaan hair dryer untuk mengeringkan benda lain hingga menyebabkan overheat, atau pengisian daya ponsel di atas kasur yang berisiko menimbulkan percikan api.

“Kebiasaan ini terlihat sepele, padahal bisa memicu kebakaran besar,” ujar Laksita.

Baca Juga:  PPPK Surabaya Sumringah Dapat THR, Paruh Waktu Rp2 Juta

DPKP mengingatkan warga agar memperhatikan instalasi listrik di rumah. Penumpukan sekring dan penggunaan kabel kecil untuk beban besar seperti AC, dispenser, atau TV, dapat memicu korsleting listrik.

“Gunakan kabel dan sekring sesuai standar. Jangan tumpuk sambungan listrik, karena risikonya sangat tinggi,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, DPKP terus melakukan sosialisasi dan simulasi kebakaran di berbagai tingkat masyarakat, mulai dari PAUD hingga PKK. Masyarakat juga diimbau untuk segera bertindak cepat dalam tiga menit pertama saat kebakaran terjadi.

“Jika api tidak terkendali, segera hubungi 112 untuk meminta bantuan,” pungkas Laksita.(BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB