Genjot Revitalisasi Pasar Tradisional, Surabaya Targetkan Jadi Pusat Ekonomi Rakyat dan Wisata

- Publisher

Sabtu, 27 September 2025 - 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota Surabaya menegaskan komitmennya menjaga pasar tradisional sebagai penopang ekonomi rakyat sekaligus bagian penting pembangunan kota. Pasar tak hanya menjadi ruang transaksi, tetapi juga denyut nadi perputaran ekonomi masyarakat.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, menjelaskan pengelolaan pasar tradisional terbagi dua: sebagian dikelola PD Pasar Surya sebagai BUMD, sebagian lain di bawah Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Dinkopumdag).

“Pengelolaan pasar tidak sekadar untuk meningkatkan PAD, tapi juga mendorong ekonomi UMKM. Mereka adalah fondasi pertumbuhan ekonomi Surabaya,” ujar Vykka dalam keterangannya, Sabtu (27/9/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Surabaya pada triwulan II mencapai 5,24 persen—lebih tinggi dari rata-rata provinsi maupun nasional. Karena itu, penguatan ekonomi ke depan tidak hanya melalui pasar tradisional, tetapi juga sektor wisata.

Baca Juga:  Kebakaran Tempat Gym di Jl Jarak, Diduga Akibat Korsleting

Saat ini, ada 13 pasar tradisional yang tengah direvitalisasi. Tahun depan, proses ini dilanjutkan dengan pembangunan Pasar Keputran Selatan khusus komoditas ayam. Pemkot juga berencana menyasar pasar strategis lain, termasuk Pasar Blauran dan Pasar Tunjungan.

Menurut Vykka, transformasi kelembagaan juga sedang disiapkan. “Konsepnya, PD Pasar akan berubah jadi Perseroda sehingga bisa bekerja sama dengan investor, tidak hanya bergantung pada penyertaan modal pemerintah,” katanya.

Kepala Dinkopumdag Surabaya, Febrina Kusumawati, menyebut pihaknya mengelola 13 pasar, di antaranya Pasar Nambangan, Pasar Gunung Anyar, hingga Pasar Dukuh Menanggal. Pihaknya juga rutin menggelar kegiatan seperti pasar murah untuk menghidupkan aktivitas perdagangan.

Baca Juga:  Anas Karno Kembali ke DPRD Surabaya Lewat PAW Gantikan Adi Sutarwijono

“Tantangan terbesar pasar tradisional adalah kenyamanan. Karena itu, fokus kami bagaimana membuat pembeli dan pedagang betah,” ujar Febrina.

Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Surya, Agus Priyo, menuturkan pihaknya mengelola 64 pasar aktif dengan sekitar 12 ribu pedagang. Dari jumlah itu, hanya 10–15 pasar dalam kondisi baik, sementara sekitar 20 pasar masih membutuhkan perhatian lebih.

“Pasar besar seperti Tambahrejo, Kapasan, Genteng, dan Wonokromo perputarannya bagus. Tapi banyak pasar lain yang perlu ditingkatkan,” jelas Agus.

Ia menambahkan, beberapa pasar tradisional memiliki kekhasan tematik yang menjadi daya tarik, seperti Pasar Bunga Kayoon yang digemari wisatawan, Pasar Blauran dengan kuliner khas, hingga Pasar Pabean dengan ikan segar.

Baca Juga:  Harga Plastik Melonjak, UMKM Putar Otak Tekan Biaya Produksi

Menurut Agus, revitalisasi menjadi kunci menghadapi persaingan dengan ritel modern. “Pasar Keputran Selatan akan benar-benar disulap jadi bangunan baru. Pasar Kembang juga akan dibenahi sehingga lebih bersih dan nyaman,” tegasnya.

Pemkot Surabaya menegaskan revitalisasi pasar bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi juga upaya mempertahankan identitas budaya sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat.

“Harapannya pasar bisa lebih baik, pelayanan meningkat, sarana lebih memadai. Kenyamanan pedagang dan pengunjung jadi prioritas untuk menggerakkan roda ekonomi kota,” pungkas Agus.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB