Dorong Digitalisasi Desa, Mahasiswa KKN Latih UMKM Kuasai Social Media Marketing dan AI

- Publisher

Jumat, 26 September 2025 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy




Foto bersama narasumber, panitia KKN UPNVJT, dan peserta usai penyuluhan Pemanfaatan SMM dan AI untuk UMKM/dok.istimewa

i

Foto bersama narasumber, panitia KKN UPNVJT, dan peserta usai penyuluhan Pemanfaatan SMM dan AI untuk UMKM/dok.istimewa

Bicarasurabaya.com – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) kembali menghadirkan program pengabdian masyarakat yang bermanfaat bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Kali ini, mereka mengadakan penyuluhan bertema “Pemanfaatan Social Media Marketing (SMM) dan Artificial Intelligence (AI) untuk UMKM” yang berlangsung di Balai Kelurahan Ketintang, Kota Surabaya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Heidy Arviani, S.Sos., M.A, dosen Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur sekaligus praktisi digital marketing bersertifikat. Ia berbagi pengalaman sekaligus strategi praktis bagaimana UMKM dapat memanfaatkan media sosial dan teknologi kecerdasan buatan untuk memperluas pasar.

Dalam paparannya, Heidy menjelaskan bahwa social media marketing (SMM) adalah pendekatan pemasaran dengan menggunakan platform media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, hingga WhatsApp. Pendekatan ini tidak hanya efektif untuk promosi, tetapi juga membantu UMKM menjaga komunikasi dengan konsumen.

“Di era digital, UMKM tidak boleh hanya mengandalkan penjualan offline. Media sosial bisa menjadi sarana promosi yang murah sekaligus efektif. Apalagi, dengan dukungan teknologi AI seperti ChatGPT, Canva, atau Capcut, pelaku usaha bisa membuat konten kreatif tanpa harus memiliki tim besar,” jelas Heidy.

Ia menambahkan, data dari APJII menunjukkan generasi muda di Indonesia aktif menggunakan media sosial, sehingga UMKM perlu hadir di platform yang sesuai target audiensnya. “Kuncinya adalah memilih platform yang tepat, konsisten membuat konten, dan selalu mengevaluasi hasilnya,” tambahnya.

Penyuluhan ini diikuti puluhan peserta yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM kuliner, fesyen, hingga kerajinan tangan. Mereka terlihat antusias mengikuti materi, terutama saat sesi praktik pembuatan konten.

Salah seorang peserta, Dyah, pemilik usaha makanan ringan, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru. “Saya biasanya hanya jualan lewat WhatsApp. Setelah ikut pelatihan ini, saya jadi tahu cara menggunakan Instagram dan TikTok supaya produk saya bisa dikenal lebih banyak orang,” ungkapnya.

Baca Juga:  Manfaatkan Galon Bekas, Mahasiswi KKN UPN Veteran Jatim Kembangkan Hidroponik Apung di Ponpes Nurul Iman

Peserta lainnya, Putri, yang bergerak di bidang kerajinan, menilai materi tentang AI sangat membantu. “Saya baru tahu ada aplikasi seperti ChatGPT yang bisa membantu menulis deskripsi produk dengan cepat. Ini akan sangat menghemat waktu saya,” ujarnya.

Panitia dari tim KKN juga menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang nyata.“Kami ingin UMKM di wilayah ini semakin melek digital. Dengan pemanfaatan media sosial dan AI, produk lokal bisa lebih kompetitif, tidak hanya di pasar desa tetapi juga bisa menembus pasar nasional,” kata Btari, Koordinator KKN.

Baca Juga:  Dilaunching Wali Kota Eri, Outlet Ayam Canton Soerabaja yang Sukses Berawal dari Garasi

Selain materi teori, peserta juga diajak untuk mencoba langsung membuat konten visual menggunakan Canva dan Capcut, serta belajar bagaimana mengoptimalkan Google My Business agar usahanya mudah ditemukan secara online.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan pendampingan singkat, di mana peserta dapat berkonsultasi langsung mengenai strategi pemasaran produk mereka. Panitia berharap kegiatan ini tidak berhenti hanya pada penyuluhan, tetapi bisa berlanjut dengan pendampingan berkelanjutan.

“Harapannya, ilmu yang didapatkan hari ini bisa segera dipraktikkan. Kami percaya jika UMKM berani mencoba masuk ke ranah digital, hasilnya akan sangat terasa dalam jangka panjang,” kata Heidy. Dengan adanya penyuluhan ini, UMKM diharapkan semakin siap menghadapi tantangan era digital dan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan daya saing usaha mereka. (Penulis: Heidy Arviani)

Berita Terkait

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang
UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber
Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob
Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri
Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta
Abu Vulkanik Bisa Rusak Paru-paru, Ini Cara Melindunginya
Patahan Surabaya Viral, Pakar Geologi ITS: Belum Terverifikasi Aktif
Mahasiswa UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Wonorejo Perkuat Branding dan Pemasaran Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:21 WIB

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang

Selasa, 29 September 2026 - 09:15 WIB

UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber

Jumat, 25 September 2026 - 12:28 WIB

Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob

Kamis, 24 September 2026 - 07:03 WIB

Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri

Minggu, 20 September 2026 - 12:45 WIB

Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB