Bicarasurabaya.com – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) kembali menghadirkan program pengabdian masyarakat yang bermanfaat bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Kali ini, mereka mengadakan penyuluhan bertema “Pemanfaatan Social Media Marketing (SMM) dan Artificial Intelligence (AI) untuk UMKM” yang berlangsung di Balai Kelurahan Ketintang, Kota Surabaya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Heidy Arviani, S.Sos., M.A, dosen Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur sekaligus praktisi digital marketing bersertifikat. Ia berbagi pengalaman sekaligus strategi praktis bagaimana UMKM dapat memanfaatkan media sosial dan teknologi kecerdasan buatan untuk memperluas pasar.
Dalam paparannya, Heidy menjelaskan bahwa social media marketing (SMM) adalah pendekatan pemasaran dengan menggunakan platform media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, hingga WhatsApp. Pendekatan ini tidak hanya efektif untuk promosi, tetapi juga membantu UMKM menjaga komunikasi dengan konsumen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di era digital, UMKM tidak boleh hanya mengandalkan penjualan offline. Media sosial bisa menjadi sarana promosi yang murah sekaligus efektif. Apalagi, dengan dukungan teknologi AI seperti ChatGPT, Canva, atau Capcut, pelaku usaha bisa membuat konten kreatif tanpa harus memiliki tim besar,” jelas Heidy.
Ia menambahkan, data dari APJII menunjukkan generasi muda di Indonesia aktif menggunakan media sosial, sehingga UMKM perlu hadir di platform yang sesuai target audiensnya. “Kuncinya adalah memilih platform yang tepat, konsisten membuat konten, dan selalu mengevaluasi hasilnya,” tambahnya.
Penyuluhan ini diikuti puluhan peserta yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM kuliner, fesyen, hingga kerajinan tangan. Mereka terlihat antusias mengikuti materi, terutama saat sesi praktik pembuatan konten.
Salah seorang peserta, Dyah, pemilik usaha makanan ringan, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru. “Saya biasanya hanya jualan lewat WhatsApp. Setelah ikut pelatihan ini, saya jadi tahu cara menggunakan Instagram dan TikTok supaya produk saya bisa dikenal lebih banyak orang,” ungkapnya.
Peserta lainnya, Putri, yang bergerak di bidang kerajinan, menilai materi tentang AI sangat membantu. “Saya baru tahu ada aplikasi seperti ChatGPT yang bisa membantu menulis deskripsi produk dengan cepat. Ini akan sangat menghemat waktu saya,” ujarnya.
Panitia dari tim KKN juga menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang nyata.“Kami ingin UMKM di wilayah ini semakin melek digital. Dengan pemanfaatan media sosial dan AI, produk lokal bisa lebih kompetitif, tidak hanya di pasar desa tetapi juga bisa menembus pasar nasional,” kata Btari, Koordinator KKN.
Selain materi teori, peserta juga diajak untuk mencoba langsung membuat konten visual menggunakan Canva dan Capcut, serta belajar bagaimana mengoptimalkan Google My Business agar usahanya mudah ditemukan secara online.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan pendampingan singkat, di mana peserta dapat berkonsultasi langsung mengenai strategi pemasaran produk mereka. Panitia berharap kegiatan ini tidak berhenti hanya pada penyuluhan, tetapi bisa berlanjut dengan pendampingan berkelanjutan.
“Harapannya, ilmu yang didapatkan hari ini bisa segera dipraktikkan. Kami percaya jika UMKM berani mencoba masuk ke ranah digital, hasilnya akan sangat terasa dalam jangka panjang,” kata Heidy. Dengan adanya penyuluhan ini, UMKM diharapkan semakin siap menghadapi tantangan era digital dan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan daya saing usaha mereka. (Penulis: Heidy Arviani)











