Dugaan Korupsi Chromebook, Wali Kota Eri Cahyadi Serahkan Data Sekolah ke Kejagung

- Publisher

Kamis, 18 September 2025 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(foto: Ilustrasi/BS)

i

(foto: Ilustrasi/BS)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota Surabaya memastikan telah menyerahkan data sekolah penerima bantuan Chromebook kepada Kejaksaan Agung (Kejagung). Langkah ini merupakan bagian dari koordinasi terkait penyidikan dugaan korupsi pengadaan perangkat teknologi pada era Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan sejumlah sekolah di Surabaya memang menerima bantuan Chromebook pada tahun 2020. Namun, saat program serupa kembali ditawarkan pada 2022, Pemkot menolak.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak, Buyback Naik Rp 46 Ribu

“Tahun 2020 ada, tapi yang 2022 tidak ada. Kita tolak waktu itu karena ada hal yang tidak sesuai,” kata Eri saat dikonfirmasi, Kamis (18/9/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eri mengaku tidak mengetahui secara detail jumlah unit yang dibagikan karena perangkat dikirim langsung dari pemerintah pusat ke sekolah. Namun, Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya mencatat ada sekitar 130 sekolah yang menerima bantuan.

“Data itu sudah kami serahkan ke kejaksaan. Untuk jumlah berapa coba tanya ke dinas (Dinas Pendidikan Kota Surabaya),” jelas Eri.

Baca Juga:  KPK Serahkan Aset Sitaan ke Surabaya, Apartemen Rp167 Juta Untuk Tambah PAD

Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, menambahkan sebagian besar Chromebook masih digunakan di sekolah penerima.

“Sekitar 130-an sekolah mendapat bantuan. Laptopnya masih difungsikan,” ujar Yusuf saat dikonfirmasi terpisah.

Kasus ini menjadi sorotan nasional setelah Nadiem Makarim ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung pada Kamis (4/9/2025). Eks Mendikbudristek diduga terlibat korupsi pengadaan laptop Chromebook dengan potensi kerugian negara mencapai Rp1,98 triliun.(BS/Za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB