Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Pusat Perpustakaan Bakau Dunia

- Publisher

Rabu, 20 Agustus 2025 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Launching buku sejarah Kebun Raya Mangrove Surabaya/dok.Diskominfo Surabaya

i

Launching buku sejarah Kebun Raya Mangrove Surabaya/dok.Diskominfo Surabaya

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menyiapkan Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya sebagai pusat pengetahuan global atau perpustakaan bakau dunia. Langkah ini sejalan dengan upaya memperluas jejaring kerja sama KRM dengan komunitas kebun raya internasional melalui keanggotaannya di Botanical Gardens Conservation International (BGCI).

Inisiatif ini dinilai strategis untuk memperkuat posisi KRM sebagai pusat konservasi mangrove sekaligus laboratorium alam untuk riset dan edukasi global. Bergabungnya KRM Surabaya ke BGCI telah membuka berbagai peluang untuk berbagi pengetahuan hingga memperkuat jejaring riset dan konservasi lintas negara.

Selain itu, keanggotaan KRM Surabaya pada BGCI juga memperluas diplomasi Indonesia di bidang konservasi tumbuhan, khususnya ekosistem mangrove yang menjadi salah satu kekayaan penting khas kawasan tropis pesisir. Meski baru berusia dua tahun, KRM Surabaya telah mencatatkan prestasi membanggakan di level internasional dan menjadi bagian dari World Mangrove Center (WMC) serta BGCI.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apresiasi atas pencapaian ini disampaikan langsung Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, dalam peringatan HUT ke-2 KRM yang digelar Pemkot Surabaya di Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar, Sabtu (26/7/2025).

Baca Juga:  Pelajar Surabaya Tanam 18.200 Mangrove Demi Lindungi Pesisir dari Abrasi dan Banjir

“Dengan adanya sinergi dan kolaborasi berbagai pihak dalam membangun dan mengembangkan kawasan ini, kini kawasan ini telah berubah menjadi lanskap konservasi yang asri, dilengkapi dengan infrastruktur serta fasilitas publik yang edukatif dan menarik serta inklusif,” kata Amarulla.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerima penghargaan di Kebun Raya Mangrove/dok. Diskominfo Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerima penghargaan di Kebun Raya Mangrove/dok. Diskominfo Surabaya

Amarulla menekankan nilai ekologis ekosistem mangrove, mulai dari perlindungan garis pantai dari abrasi dan gelombang badai, penyediaan habitat penting bagi biota pesisir, hingga fungsinya sebagai penyerap karbon yang efektif. “Di dunia ini sangat sedikit kebun raya yang berfokus pada konservasi jenis-jenis tumbuhan mangrove. Dari jumlah yang sangat sedikit tersebut KRM Surabaya adalah salah satu di antaranya,” ungkapnya.

Menurutnya, pendekatan ilmiah dan kolaboratif akan memperkuat posisi Kebun Raya Mangrove sebagai laboratorium alam yang mampu mengintegrasikan riset, edukasi, dan pemulihan ekosistem berkelanjutan.

“Oleh karenanya, saya ingin mengajak kita semua untuk bersama-sama turut memberikan support agar kebun raya ini dapat semakin menunjukkan kontribusi dan peran strategisnya di bidang konservasi tumbuhan, khususnya tumbuhan mangrove,” imbuh Amarulla.

Di waktu yang sama, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan terima kasih kepada BRIN atas pendampingan dan bimbingan yang diberikan. Menurutnya, dukungan dari BRIN menjadi motivasi bagi Pemkot untuk menjaga dan mengembangkan KRM agar menjadi perpustakaan mangrove dunia dan pusat pengurangan karbon.

Baca Juga:  BRIDA Surabaya Kembangkan Konsep Tambak Modern Ramah Lingkungan

“Mendapatkan keanggotaan secara internasional menjadi penyemangat kami agar KRM menjadi perpustakaan mangrove dunia dan pusat pengurangan karbon,” ujar Wali Kota Eri.

Di samping itu, Wali Kota Eri mengungkap bahwa pengembangan KRM ke depan juga akan menyentuh ketahanan pangan melalui riset silvofishery bersama BRIN. Silvofishery merupakan sistem budidaya perikanan terpadu di kawasan mangrove yang menggabungkan tambak dengan hutan mangrove.

“Kolaborasi antara mangrove dan perikanan serta tambak sekitar diharapkan akan menjaga kelestarian alam. Ketika alam dijaga, Surabaya akan menjadi kota yang bersih dan tenang,” imbuhnya.

Pelepasan burung endemik di Kebun Raya Mangrove Surabaya/dok. Diskominfo Surabaya
Pelepasan burung endemik di Kebun Raya Mangrove Surabaya/dok. Diskominfo Surabaya

Direktur Rehabilitasi Mangrove Kementerian Kehutanan RI, Ristianto Pribadi, berharap Kebun Raya Mangrove Surabaya ke depan dapat menjadi pusat pengetahuan bakau mangrove dunia. “Kebun Raya Mangrove Surabaya ini harapannya akan menjadi perpustakaan mangrove dunia. Karena Kebun Raya Mangrove (Surabaya) ini sekarang sudah memiliki 74 spesies mangrove, dan itu sangat sulit,” katanya.

Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, mengapresiasi kemajuan Kebun Raya Mangrove Surabaya dalam dua tahun terakhir. Menurutnya, pemkot melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) telah berhasil mengoptimalkan kawasan mangrove secara cepat. “Luas lahan terbangun dan termanfaatkan saat ini sudah cukup luas. Ini merupakan salah satu prestasi yang layak diapresiasi,” ujar Hendrian.

Baca Juga:  Tahun 2022 Jatim Targetkan Penanaman Mangrove Capai 1.280 Hektare

Bahkan, Hendrian menilai keberhasilan Kebun Raya Mangrove Surabaya tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga keterlibatan aktif dalam jejaring kerja sama internasional. “Nah, semua prestasi itu, kami catat, kami amati, dan kami menyimpulkan bahwa Kebun Raya Mangrove Surabaya memang layak untuk mendapatkan apresiasi dan catatan yang istimewa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menyampaikan bahwa pada saat diresmikan tahun 2023, KRM memiliki 56 jenis mangrove sebagai koleksi, kini menjadi 74 jenis. “Kami terus berupaya untuk menambah berbagai jenis mangrove sebagai koleksi di Kebun Raya Mangrove Surabaya,” ungkap Antiek.

Antiek juga menuturkan bahwa kerja sama lintas stakeholder, termasuk BRIN, diharapkan semakin memperkuat peran KRM dalam fungsi konservasi, riset, pendidikan, pariwisata, jasa lingkungan, serta mendukung pengembangan sumber pangan alternatif. “Mudah-mudahan upaya kita bersama BRIN, bersama stakeholder yang lain untuk membangun kebun raya ini menjadi salah satu sumber pangan bisa segera dioptimalkan,” tutup Antiek. (ADV).

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB