Bicarasurabaya.com – UPN “Veteran” Jawa Timur kembali menghadirkan inovasi berbasis riset pada Festival Riset dan Inovasi yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya bersama Pemerintah Kota Surabaya dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya. Selain memperkenalkan prototipe maskot Kuntul, stan UPN juga menampilkan Donat Mangrove, sebuah inovasi pangan lokal berbahan dasar tepung bogem (Sonneratia caseolaris) yang menarik perhatian para pengunjung, khususnya siswa-siswi dan masyarakat umum.
Donat Mangrove merupakan hasil pengembangan produk pangan yang mengangkat potensi buah mangrove sebagai bahan baku alternatif bernilai tambah. Menggunakan tepung bogem yang berasal dari buah Sonneratia caseolaris, produk ini dipadukan dengan toping abon ikan sehingga menghadirkan cita rasa gurih khas pesisir sekaligus memperkenalkan diversifikasi pangan lokal yang sehat, inovatif, dan berkelanjutan.
Prof. Dr. Ir. Dedin Finatsiyatull Rosida, M.Kes., selaku Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN “Veteran” Jawa Timur, menjelaskan bahwa pengembangan produk berbasis mangrove merupakan salah satu bentuk hilirisasi hasil riset yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Perguruan tinggi memiliki peran untuk mengembangkan hasil penelitian menjadi produk yang bermanfaat. Donat Mangrove merupakan contoh inovasi pangan yang memanfaatkan potensi lokal mangrove menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung pelestarian kawasan pesisir,” ujarnya.
Menurut Ririn Puspita Tutiasri, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, menyampaikan bahwa inovasi pangan lokal memerlukan dukungan branding agar mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan hayati pesisir.
“Melalui Donat Mangrove, kami ingin menunjukkan bahwa hasil riset dapat dikemas menjadi produk yang modern, menarik, dan memiliki nilai edukasi. Branding menjadi jembatan agar masyarakat semakin mengenal potensi buah mangrove sebagai sumber pangan lokal yang berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara itu, Bayu Setiawan, dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual, pengembangan Donat Mangrove tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada strategi komunikasi visual agar lebih mudah diterima masyarakat.
“Kami merancang identitas visual yang menarik sehingga masyarakat tidak hanya tertarik mencicipi produknya, tetapi juga memahami bahwa mangrove memiliki potensi besar sebagai sumber pangan alternatif yang bernilai gizi dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Poster yang dipamerkan menjelaskan bahwa tepung bogem merupakan tepung yang diolah dari buah Sonneratia caseolaris, salah satu jenis mangrove yang tumbuh di kawasan pesisir. Tepung ini diperkenalkan sebagai sumber pangan alternatif lokal, memiliki kandungan serat dan antioksidan, serta menjadi bagian dari inovasi pangan yang mendukung keberlanjutan lingkungan. Donat Mangrove juga diperkaya dengan toping abon ikan sebagai sumber protein sehingga menghadirkan cita rasa khas pesisir yang gurih dan bernilai gizi. Produk ini sekaligus mengusung pesan “Lokal, Bergizi, Inovatif, Berkelanjutan” sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan lokal.
Selain nilai gizinya, buah mangrove juga telah banyak diteliti memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, steroid, terpenoid, dan senyawa fenolik yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa-senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi membantu menjaga kadar glukosa darah melalui berbagai mekanisme biologis. Namun demikian, manfaat tersebut masih banyak dikaji dalam bentuk ekstrak tanaman mangrove dan tidak dapat disamakan secara langsung dengan produk pangan olahan seperti donat.
Stan UPN “Veteran” Jawa Timur menjadi salah satu yang ramai dikunjungi selama pameran. Banyak pengunjung tertarik melihat inovasi pangan berbahan mangrove sekaligus memperoleh informasi mengenai manfaat buah bogem dan peluang pengembangannya sebagai produk pangan lokal. Kehadiran Donat Mangrove menunjukkan bahwa riset tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal.
Melalui partisipasi dalam Festival Riset dan Inovasi ini, UPN “Veteran” Jawa Timur terus mendorong lahirnya inovasi yang mengintegrasikan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pelestarian lingkungan. Donat Mangrove diharapkan menjadi salah satu contoh diversifikasi pangan lokal yang mampu meningkatkan nilai tambah hasil mangrove sekaligus memperkuat identitas Kebun Raya Mangrove Surabaya sebagai pusat edukasi dan konservasi. (Penulis: Ririn Puspita Tutiasri).











