Viral di Medsos, Pemkot Imbau Pencari Koin Jagat Tak Rusak Fasilitas Umum

- Publisher

Jumat, 10 Januari 2025 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar video remaja tengah mencari koin jagat di Kota Surabaya (Istimewa)

i

Tangkapan layar video remaja tengah mencari koin jagat di Kota Surabaya (Istimewa)


BicaraSurabaya.com – Viral di media sosial (medsos) video warga beramai-ramai mencari Koin Jagat di Kota Surabaya. Dalam video viral tersebut, tampak sejumlah orang dewasa hingga anak-anak sedang sibuk mencari kepingan koin di pedestrian hingga di bawah pot bunga.

Adanya fenomena ini, menyebabkan sejumlah fasilitas umum (fasum) hingga tanaman rusak akibat terinjak para pemburu koin. Selain merusak, adanya fenomena ini juga membahayakan bagi pencari koin yang terdapat nominal uang tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, M. Fikser mengatakan, adanya fenomena ini Pemerintah Kota (Pemkot) mengambil langkah antisipasi dengan cara menertibkan dan melakukan pengawasan terhadap para pencari koin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, pemkot juga akan mengirim surat peringatan kepada pengelola aplikasi Jagat untuk memperhatikan keselamatan pencari koin dan fungsi fasum yang ada di Kota Surabaya.

Baca Juga:  Satpol PP Surabaya Tertibkan 18 Tiang Fiber Optik Ilegal di Panjang Jiwo

“Ini lagi kita telusuri ya, karena kan ramai di medsos, nah ini kan juga bisa membuat taman-taman dan tempat-tempat fasilitas umum jadi rusak. Dari Satpol PP juga sudah sebar anggota untuk mengantisipasi adanya hal-hal seperti itu, taman kita jaga, kan kita juga tidak tahu itu disebar di mana,” kata Fikser, Jumat, (10/1/2025).

Fikser menjelaskan, sampai saat ini belum mengetahui pasti seperti apa mekanisme pencarian koin tersebut. Menurutnya, pencarian Koin Jagat ini baru akhir-akhir ini viral di kalangan anak muda Surabaya.

Setiap orang mencari koin tersebut melalui aplikasi Jagat. Di aplikasi tersebut, terdapat letak lokasi koin yang telah disebar di sejumlah titik oleh pihak pengelola. Lokasinya pun bervariasi, ada yang di pinggir jalan, pedestrian, pot bunga, pinggir sungai, lingkungan perumahan hinggal mal.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Fasilitasi Perdamaian RSUD Soewandhie dengan Keluarga Pasien

Kepala Satpol PP sekaligus Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya itu menerangkan, pemkot tidak bisa melakukan pemblokiran aplikasi Jagat, karena itu adalah kewenangan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi RI).

“Kita di sini (pemkot) hanya bisa meminta kepada operator untuk memperhatikan fasum dan keselamatan anak-anak muda yang mencari, mungkin bisa kecelakaan karena kurang konsentrasi ketika mencari koin,” ujarnya.

Ia menegaskan, fenomena ini bisa merusak fasum yang ada, bahkan ada pencari koin yang sampai menginjak-injak tanaman.

“Artinya cara menyebarnya kan juga harus diperhatikan, fenomena ini kan baru dua hari ya. Jangan sampai ditaruh di pinggir sungai lalu (pencari koin) kecemplung dan nggak bisa berenang kan bahaya,” tegasnya.

Baca Juga:  Jalankan Instruksi Presiden, Wali Kota Eri Cahyadi Perkuat Rantai Pasok Hotel dan UMKM

Dalam waktu dekat, ia menambahkan, akan menyurati pihak pengelola aplikasi agar melakukan evaluasi terkait peletakan koin tersebut. Selain itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak merusak fasum atau taman ketika melakukan pencarian koin.

“Nanti kita buatkan surat ya, untuk meminta evaluasi terkait ini,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Achmad Eka Mardijanto mengaku, semenjak fenomena ini viral di medsos, sejumlah tanaman di taman sempat rusak terinjak oleh para pencari koin.

Salah satunya adalah tanaman yang baru ditanam oleh DLH di Taman Prestasi rusak akibat terinjak pencari koin.

“Iya, ada tanaman yang baru ditanam rusak. Di Taman Prestasi juga ada yang rusak gara-gara itu (pencari koin),” pungkasnya. (*/BS02)

Berita Terkait

Putri Pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah Nyai Mahfudhoh Aly Ubaid Wafat
Maraton ISOPLUS Putar Rp74,78 Miliar, Tapi Banjir Protes Penutupan Jalan
Keren! 5 Polisi Jatim Jadi Pasukan Perdamaian PBB di Afrika Tengah
ASN Surabaya Bakal Layani Warga dari Balai RW, Urusan Publik Makin Dekat
Dari Jalanan ke Mesin Jahit, Ikhtiar Pemkot Surabaya Menjaga Masa Depan Anak
Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang
13.058 Aduan Warga Surabaya Tuntas Lewat Lapor Cak Eri
1.600 Pelamar Berebut 450 Loker, Gambaran Ketatnya Persaingan Kerja di Surabaya

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Putri Pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah Nyai Mahfudhoh Aly Ubaid Wafat

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:12 WIB

Maraton ISOPLUS Putar Rp74,78 Miliar, Tapi Banjir Protes Penutupan Jalan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:27 WIB

Keren! 5 Polisi Jatim Jadi Pasukan Perdamaian PBB di Afrika Tengah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:08 WIB

ASN Surabaya Bakal Layani Warga dari Balai RW, Urusan Publik Makin Dekat

Rabu, 30 September 2026 - 09:13 WIB

Dari Jalanan ke Mesin Jahit, Ikhtiar Pemkot Surabaya Menjaga Masa Depan Anak

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB