Pemkot Surabaya Fasilitasi Perdamaian RSUD Soewandhie dengan Keluarga Pasien

- Publisher

Selasa, 5 November 2024 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari kiri: Ketua DPD BNPM Surabaya Muhammad Rosuli, berjabat tangan dengan Dirut RSUD Soewandhie, dr Billy Daniel Messakh usai audiensi di Balai Kota Surabaya, Senin (4/11/2024) /Foto: Kominfo Surabaya

i

Dari kiri: Ketua DPD BNPM Surabaya Muhammad Rosuli, berjabat tangan dengan Dirut RSUD Soewandhie, dr Billy Daniel Messakh usai audiensi di Balai Kota Surabaya, Senin (4/11/2024) /Foto: Kominfo Surabaya


BicaraSurabaya.com – Insiden kesalahpahaman antara pihak RSUD Dr. Mohamad Soewandhie dan keluarga pasien RM (68) pada Jumat (1/11/2024) dini hari, berakhir damai.

Kedua pihak pun telah bertemu dan saling memaafkan dalam audiensi yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Sidang Sekretaris Daerah (Sekda), Balai Kota Surabaya pada Senin (4/11/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadir dalam audiensi ini perwakilan keluarga pasien RM dengan didampingi Dewan Pengurus Daerah (DPD) Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) serta Direktur Utama RSUD Soewandhie, dr Billy Daniel Messakh.

Audiensi ini dipimpin oleh Sekda Kota Surabaya, Ikhsan dengan didampingi Kepala Satpol PP Surabaya, M. Fikser serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu. Selain itu, audiensi juga dihadiri Kapolsek Genteng Polrestabes Surabaya, Kompol Bayu Halim Nugroho.

Ketua DPD BNPM Kota Surabaya, Muhammad Rosuli, yang sekaligus mewakili keluarga pasien, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pihak RSUD Soewandhie. Ia mengakui bahwa ada miskomunikasi yang memicu ketegangan saat pertemuan pada Jumat dini hari.

Baca Juga:  Kembali Pimpin Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi dan Wawali Armuji Terima Dukungan dari Berbagai Elemen

“Saya memohon maaf kepada pihak-pihak terkait, khususnya kalau dalam hal ini ada Pak Sekda yang mewakili pemerintah kota dan Pak Dirut RSUD Soewandhie,” kata Rosuli.

Rosuli menuturkan, bahwa saat pertemuan dengan pihak RSUD Soewandhie pada Jumat (1/11) lalu, ia mengakui dalam kondisi emosi. Hal itu karena ada keluarga yang sakit dan meninggal dunia di RSUD Soewandhie.

“Pada saat itu saya dalam keadaan emosional, sehingga tidak ada kata lain, selain saya meminta maaf. Sebagai masyarakat Surabaya, saya mengakui kurang pantas untuk kemudian melakukan cara-cara yang emosional,” tuturnya.

Sebagai bentuk itikad baik, Rosuli menegaskan bahwa pihaknya akan mencabut laporan polisi terhadap RSUD Soewandhie. Baginya, ketika kedua pihak sudah saling memaafkan, maka persoalan ini juga harus selesai baik dari sisi administrasi maupun hukum.

“Saya anggap forum ini adalah forum perdamaian kita bersama. Jadi tidak hanya selesai secara administratif yang difasilitasi oleh pemerintah kota, tetapi saya nyatakan dari Ormas BNPM Kota Surabaya, bahwa selesainya perkara ini juga akan selesai dalam perkara hukum,” jelas dia.

Baca Juga:  Nama-nama ASN Disebut Jadi Timses Eri-Armuji, Pemkot Tegaskan Itu Hoax

Hal yang sama juga diutarakan Direktur Utama RSUD Soewandhie, dr Billy Daniel Messakh. Ia mewakili jajaran rumah sakit, menyampaikan permohonan maaf dan turut berduka cita kepada keluarga RM.

“Kami mohon maaf kepada keluarga pasien. Kami sudah berusaha melakukan yang terbaik, meski hasilnya kurang memuaskan. Dengan rendah hati, kami memohon maaf,” ujar dr Billy.

Sementara itu, Sekda Kota Surabaya, Ikhsan, menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga RM. Ia juga berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Kami turut berduka cita. Mungkin karena saat itu situasi kurang nyaman secara psikologis, sehingga terjadi kesalahpahaman. Harapan kami, manajemen rumah sakit dapat memaklumi kondisi tersebut,” kata Ikhsan.

Selain itu, Ikhsan juga menuturkan bahwa RSUD Soewandhie adalah salah satu rumah sakit jujugan warga Surabaya. Sehingga penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan di sana.

Baca Juga:  PPKM Surabaya Masih Level 3, Simak Penjelasan Kadinkes!

“RSUD Soewandhie menjadi jujugan banyak warga. Semoga kejadian kesalahpahaman ini tidak mengurangi kepercayaan masyarakat pada rumah sakit,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kapolsek Genteng Kota Surabaya, Kompol Bayu Halim Nugroho menekankan pentingnya poin yang akan disampaikan dalam setiap kegiatan penyampaian aspirasi.

“Terus yang kedua, pada saat proses penyampaian itu harus dilakukan dengan cara yang baik. Karena apa yang kita lakukan itu tentunya akan berdampak pada orang yang melihat,” kata Kompol Bayu.

Oleh sebab itu, Kompol Bayu mengimbau kepada semua pihak untuk dapat saling menjaga dan mengendalikan emosi ketika dalam proses penyampaian aspirasi. Khususnya di tempat-tempat atau fasilitas publik seperti RSUD Soewandhie.

“Jadi mari kita saling menjaga Surabaya ini agar semakin lebih baik dan lebih nyaman, sehingga orang yang masuk ke Surabaya itu senang,” pungkasnya. (*Rls/Red)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB